Berita

Marc Marquez/Net

Olahraga

Marquez Tinggalin Honda, Rossi Belum Mau Pensiun

Prediksi Pengamat
SENIN, 20 NOVEMBER 2017 | 10:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, membuat prediksi terkait masa depan para pebalap pabrikan dalam kolom di La Repubblica. Diantaranya Marc Marquez bakal pindah tim dan Valentino Rossi menunda pen­siunnya.

Mayoritas kontrak pebalap pabrikan, termasuk Rossi dan Marquez, akan habis pada akhir musim 2018. Pernat yang punya pengalaman di paddock MotoGP selama 40 tahun mengklaim bakal terjadi perpindahan pe­balap besar-besaran pada musim 2019.

"Bursa transfer pebalap untuk dua tahun ke depan akan dimulai pada Juli 2018. Marquez pindah ke Ducati atau KTM, Valentino di Yamaha sampai 2019, dan Vinales akan menggantikan Marc.Kontrak Rossi bersama Yamaha masih tersisa satu tahun. Namun, dia sudah meneken pra­kontrak dengan mendapat restu Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna Sports)," ujar Pernat.


Saat ini Rossi sudah berusia 38 tahun. The Doctor pernah mengatakan keputusan dia pen­siun atau meneruskan karier di MotoGP tergantung hasil pada musim 2018. Jika meneken kontrak baru, maka Rossi akan terus membalap hingga berusia 40 tahun.

Terkait Marquez, Pernat men­gatakan juara dunia MotoGP 2017 itu sudah tak tahan lagi dengan performa motor Honda RC213V yang kalah cepat dari milik rival. Menurut Pernat, Marquez merebut dua gelar terakhirnya bukan karena Honda memiliki motor terbaik. Motor Honda tampak kompetitif ber­kat kemampuan Marquez yang luar biasa.

Pernat menambahkan ke­pindahan Marquez berpotensi menimbulkan efek domino. Kandidat terkuat pengganti Marquez di Honda menurut Pernat ialah Maverick Vinales.

Di sisi lain, MotoGP men­jadi olahraga termahal di dunia. Perputaran uang yang terjadi dalam lomba kuda besi itu men­capai angka yang fantastis. Bahkan, untuk sekadar menan­gani kecelakaan, biaya yang harus dikeluarkan sangat besar.

Untuk olahraga seperti MotoGP, kecelakaan menjadi sesuatu yang sangat akrab dan tidak bisa dielakan. Hampir di setiap seri yang berlangsung, selalu ada pembalap yang men­galami kecelakaan atau sekadar terjatuh. Apalagi jika balapan harus berlangsung di lintasan basah.

Kepala Teknik LCR Honda, Christophe Bourguignon, men­gungkap sebuah fakta menarik yang menjadi bukti betapa mahalnya olahraga MotoGP. Dalam wawancara bersama The Telegraph, ia mengungkapkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan tim MotoGP.

"Kecelakaan bisa mengha­biskan antara 15.000 euro (Rp 236,3 juta) dan 100.000 euro (Rp 1,57 miliar). Kecelakaan yang hanya menghabiskan 2.000 euro (Rp 31,5 juta). Jika berun­tung, kami hanya perlu meng­ganti beberapa bagian," kata Bourguignon. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya