Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ankara Larang Pemutaran Film Berbau Isu LGBT

SENIN, 20 NOVEMBER 2017 | 08:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ibukota Turki Ankara melarang pemutaran film dan pameran publik terkait isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Hal itu dipastikan oleh keterangan yang dirilis pemerintah setempat akhir pekan lalu. Langkah tersebut diambil dengan alasan resiko terhadap keselamatan publik.

"Mulai dari 18 November 2017, mengenai kepekaan masyarakat kita, setiap acara seperti LGBT. bioskop, teater, panel, wawancara, pameran dilarang sampai pemberitahuan lebih lanjut di provinsi kami untuk memberikan perdamaian dan keamanan," begitu keterangan yang dirilis kantor gubernur seperti dimuat Reuters.

Dikatakan bahwa pameran semacam itu dapat menyebabkan kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat saling menghormati kebencian dan permusuhan satu sama lain dan oleh karena itu menimbulkan resiko terhadap keselamatan publik.


Pihak berwenang di Ankara telah melarang sebuah festival film gay Jerman pada hari Rabu, sehari sebelum dimulai, dengan alasan resiko keselamatan dan terorisme publik.

Selain itu, parade kebanggaan gay telah dilarang di Istanbul selama dua tahun terakhir. Tidak seperti di banyak negara Muslim, homoseksualitas bukanlah kejahatan di Turki, namun ada permusuhan luas terhadapnya. [mel]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya