Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Lima Perwira Kesatria Sejati TNI

SENIN, 20 NOVEMBER 2017 | 06:57 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

HARI Minggu 19 November 2017 di Tembagapura, Papua telah terjadi suatu peristiwa luar biasa yang mengharukan dan membanggakan. 58 prajurit TNI diberi kenaikan pangkat luar biasa karena berhasil membebaskan 1.300 warga yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun,  lima perwira TNI menolak kenaikan pangkat luar biasa tersebut.

Kesatria Sejati
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa kelima perwiranya menolak dinaikkan pangkat karena mereka menganggap tidak pantas mendapatkan penghargaan sebesar itu, sebab keberhasilan operasi pembebesan sandera di Kampung Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua adalah milik anak buahnya.

Kelima perwira berjiwa kesatria sejati tersebut adalah Lettu Inf Shofa Amrin Fajrin selaku Komandan Bantuan Kompi Senapan B; Lettu Inf Agung Damar P selaku Danunit 2/1/1/13 Kopassus; Lettu Inf Sukma Putra Aditya selaku Danunit 2 Bakduk 812 Sat-81 Kopassus; Kapten Inf Sandra SP selaku Danki Intai Tempur; dan Lettu Inf Akhmad Zainuddin selaku Danyon Taipur 1/A.

Kelima perwira berjiwa kesatria sejati tersebut adalah Lettu Inf Shofa Amrin Fajrin selaku Komandan Bantuan Kompi Senapan B; Lettu Inf Agung Damar P selaku Danunit 2/1/1/13 Kopassus; Lettu Inf Sukma Putra Aditya selaku Danunit 2 Bakduk 812 Sat-81 Kopassus; Kapten Inf Sandra SP selaku Danki Intai Tempur; dan Lettu Inf Akhmad Zainuddin selaku Danyon Taipur 1/A.

Usai memimpin upacara kenaikan pangkat di Kampung Utikini, Tembagapura, Panglima menjelaskan bahwa kelima perwira tersebut menyampaikan sendiri kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono bahwa mereka tidak bersedia menerima penghargaan. Sebab, menurut mereka, keberhasilan operasi pembebasan sandera di wilayah Tembagapura adalah keberhasilan anak buahnya dan sudah menjadi tanggung jawab mereka sebagai komandan memimpin operasi.

Setelah menolak kenaikan pangkat, kelima perwira TNI tersebut mengaku siap bertanggung jawab jika operasi militer pembebasan sandera yang dilaksanakan beberapa hari lalu gagal.  Mendengar pernyataan tersebut , Gatot mengaku terharu dan bangga terhadap sikap kestria kelima perwiranya. Meski mereka menolak naik pangkat, Gatot menyatakan bahwa dirinya sebagai pimpinan TNI tetap akan memperhatikan dan mengapresiasi keberhasilan anak buahnya. “Tetapi kami juga akan memperhatikan pendidikan mereka.

Jadi mereka tidak mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa bukan karena bukan haknya, tetapi karena mereka menolak dengan alasan bahwa keberhasilan hanya milik anak buah dan kegagalan menjadi tanggung jawab mereka “demikian ungkap Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Anugerah MURI
Bagi saya pribadi, peristiwa penolakan tersebut merupakan suatu peristiwa langka yang secara mengharukan dan membanggakan mengungkap makna kekesatriaan sejati  yang layak menjadi suri teladan bukan hanya bagi para perwira TNI namun bagi segenap warga bangsa Indonesia.

Suatu sikap kesatria sejati yang seharusnya menjadi suri teladan bagi segenap warga bangsa Indonesia untuk senantiasa bersikap rendah hati dengan lebih mengedepankan tanggung jawab serta mengutamakan kewajiban dalam mengabdikan diri bagi kepentingan negara, bangsa dan rakyat Indonesia ketimbang kepentingan diri sendiri.

Sikap menolak kenaikan pangkat jelas jauh lebih mulia ketimbang misalnya sikap menolak mengundurkan diri. Maka sebagai Ketua Umum MURI, saya memutuskan bahwa adalah hukumnya wajib bagi MURI untuk dengan penuh kerendahan hati mempersembahkan anugerah penghargaan MURI kepada lima kesatria sejati TNI yaitu Lettu Inf Shofa Amrin Fajrin selaku Komandan Bantuan Kompi Senapan B; Lettu Inf Agung Damar P selaku Danunit 2/1/1/13 Kopassus; Lettu Inf Sukma Putra Aditya selaku Danunit 2 Bakduk 812 Sat-81 Kopassus; Kapten Inf Sandra SP selaku Danki Intai Tempur; dan Lettu Inf Akhmad Zainuddin selaku Danyon Taipur 1/A yang telah mempersembahkan suri teladan sikap adhiluhur menolak kenaikan pangkat dengan alasan bahwa keberhasilan hanya milik anak buah dan kegagalan menjadi tanggung jawab pemimpin. HIDUP TENTARA NASIONAL INDONESIA![***]


Penulis adalah Pendiri MURI sebagai Lembaga Penggelora Semangat Kebanggaan Nasional  


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya