Berita

Setya Novanto/Net

Politik

Bongkar Dalang Drama Setya Novanto

SABTU, 18 NOVEMBER 2017 | 15:38 WIB | OLEH: FUAD BAWAZIER

ALHAMDULILLAH SN telah dalam penguasaan KPK.

Dan yang sama pentingnya adalah KPK agar mampu dan berani membongkar siapa-siapa; yang membantu pelariannya atau persembunyian SN, ataupun terlibat dugaan ala sinetron kecelakaannya sebagai dalih bersembunyi di RS sambil menunggu praperadilannya; dan yang memberi nasihat SN untuk terus menerus mangkir dari panggilan KPK atau menurut mantan pimpinan KPK (BW) melakukan obstruction of justice. Ataupun yang diduga memberi nasihat kepad SN untuk memberi keterangan palsu.

Dapat diduga bahwa kelak terbongkarnya pelaku-pelaku pendukung SN ini adalah pemain atau jaringan yang sama yang selama ini memusuhi KPK dan memacetkan perkara-perkara tertentu di KPK seperti BLBI, Bank Century, Sekr MA Nurhadi, penyiraman air keras terhadap Novel.


Terbongkarnya pelindung dan kaki tangan SN atau jaringannya pasti akan mengejutkan publik, siapapun orangnya baik petinggi negeri atau swasta dan bila betul dugaan-dugaan yang selama ini berembus, sekaligus bisa dijadikan momentum oleh Presiden Jokowi untuk menindak siapa-siapa petinggi yang selama ini menjadi pelindung kejahatan itu.

Karena SN ini Ketua DPR maka MKD harus segera bersidang dan bersikap tegas sebagai rekomendasi untuk paripurna DPR menyikapi de facto kekosongan Ketuanya, bukan maaf, nampak bingung dan ewuh pakewuh.

Selain itu, rakyat juga menunggu sikap fraksi-fraksi di DPR karena DPR adalah lembaga terhormat negara yang tidak boleh dipimpin seorang "buron" atau pesakitan. Apa kata media media asing bahwa ketua parlemen Indonesia adalah "buronan atau pesakitan" korupsi? Istana dan DPR harus segera mengakhiri skandal yang memalukan Republik ini karena menyangkut wibawa negara.

KPK juga harus cepat dalam pengusutan apakah sakit dari kecelakaan kali ini genuine atau dibesarkan-besarkan ala sinetron sebagai alat buying time menunggu putusan praperadilan yang akan datang.

Rakyat sudah amat menunggu jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di seputar teka-teki ini. Maklum terlalu banyak kejanggalan dan keganjilan yang terjadi selama ini dalam kasus SN dan rasanya publik lelah dan marah dengan dugaan ala sinetron SN.

Karena itu KPK harus mampu menyeret pemain utamanya, pemain pembantu, dalang dan sutradara ala ainetron ini, sebagaimana KPK telah berhasil menjerat Miryam Haryani dengan kesaksian palsunya.

Publik di dalam maupun luar negeri memandang kasus SN adalah simbol peperangan rezim atau kekuatan pro korupsi melawan yang anti korupsi. [***]

Penulis adalah politisi senior

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya