Berita

Ilustrasi/net

Nusantara

Aspek Keselamatan Diremehkan, Kecelakaan Proyek Infrastruktur Terjadi Beruntun

SABTU, 18 NOVEMBER 2017 | 06:38 WIB | LAPORAN:

Seluruh penyedia jasa konstruksi harus mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengerjaan proyek infrastruktur.

Jangan karena alasan ngebut, pengerjaan proyek tersebut membahayakan pekerja dan masyarakat. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo.

Dalam sebulan terakhir, banyak kecelakaan dalam pengerjaan proyek infrastruktur. Kamis pagi lalu, sebuah crane di pinggir jalan Tol Jakarta-Cikampek jatuh mengakibatkan arus lalu lintas macet parah. Sehari sebelumnya, beton dari pembangunan proyek LRT jatuh ke Jalan Cikopo Timur, Tebet, Jakarta Selatan. Akibatnya, bagian belakang sebuah mobil sedan rusak parah karena tertimpa. Pagar sebuah gedung juga terdampak.


Pada 3 November lalu, sebuah parapet alias pagar pembatas seberat 3 ton dalam pengerjaan proyek MRT jatuh. Akibat hal itu, sebuah sepeda motor remuk. Beruntung pengendera sepeda motor tersebut selamat.

Bahkan, sebelumnya, ada pekerja yang meninggal dunia saat girder Tol Pasuruan-Probolinggo roboh di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, 29 Oktober lalu.

"Seharusnya penyedia jasa konstruksi mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan dalam setiap proyek yang dikerjakannya," tegas Sigit.

Sebenarnya, aspek keselamatan sudah ditekankan dalam UU 2/2017 tentang Jasa Konstruksi. Pada Pasal 52 ditegaskan, penyedia jasa dan sub penyedia jasa dalam penyelenggaraan konstruksi harus memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan. Jika tidak, berdasarkan Pasal 96, penyedia jasa dapat dikenakan sanksi administratif mulai dari peringatan tertulis, penghentian sementara konstruksi, hingga pencabutan izin.

Kata Sigit, kecelakaan kerja bukan hanya disebabkan tindakan atau kecerobohan pekerjanya. Kecelakaan itu juga bisa terjadi akibat faktor-faktor organisasi dan manajemen.

"Para pekerja dan pegawai seharusnya dapat diarahkan dan dikontrol pihak manajemen guna terciptanya suatu kegiatan kerja yang aman dengan prosedur operasi standar tertentu," ucap politisi PKS ini.

Menurutnya, proyek konstruksi tidak hanya menuntut akurasi dan faktor keamanan dalam perancangan. Dalam pengerjaan proyek itu juga perlu dicermati metode dan teknologi konstruksinya. Kesalahan dalam metode konstruksi bisa berakibat sangat fatal, yaitu korban jiwa tenaga kerja atau masyarakat sekitar.

Sigit juga mendesak pemerintah untuk melakukan pengawasan penerapan sistem keselamatan dan keamanan dalam penyelenggaraan dan pemanfaatan jasa konstruksi. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya