Berita

Nusantara

BAZNAS Resmi Jadi Mitra UNDP Kembangkan SDGs

JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 | 19:49 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) semakin memantapkan reputasi di dunia internasional melalui optimalisasi kerja sama dengan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation for Development Program (UNDP).

BAZNAS kini resmi menjadi mitra UNDP untuk pengembangan Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Setelah beberapa pekan lalu BAZNAS diundang ke Kantor UNDP di Markas PBB, New York, Amerika Serikat (AS), kini dua lembaga tersebut menandatangani Letter of Intent (LoI) BAZNAS-UNDP untuk pendirian Laboratorium Innovative Financing for SDGs, di Jakarta, Jumat (17/11).


Dakan seremoni penandatanganan itu hadir Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor; Anggota BAZNAS, Nana Mintarti; Asisten Sekjen PBB yang juga Direktur Regional Asia Pasifik UNDP, Haoliang Xu; Direktur Wilayah UNDP Indonesia, Christophe Bauhet, dan Wakil Direktur Wilayah UNDP Indonesia, Francine Pickup.

"LoI terkait kerja sama membangun Laboratorium Finansial dan Pendanaan Inovatif Islam untuk SDGs atau Islamic Innovative Funding and Financing Lab for SDGs," ujar Zainulbahar Noor usai mewakili Ketua BAZNAS menandatangani naskah LoI.

Menurut mantan Dubes RI untuk Kerajaan Yordania merangkap Palestina itu, implementasi LoI akan dilaksanakan oleh komite yang akan ditunjuk kedua belah pihak mewakili masing-masing organisasi.

"Pembiayaan inovatif untuk SDGs berasal dari dana zakat dan wakaf umat Islam Indonesia yang dikumpulkan melalui mekanisme penyiapan yang tepat oleh kedua belah pihak. Ini tentu disesuaikan dengan persyaratan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kita," ujar Zainul.

Acara Workshop Leveraging Innovative Financing for Development yang diselenggarakan UNDP Indonesia dengan UNDP Bangkok Regional Hub, berlangsung selama Kamis-Jumat (16-17 November 2017) dan ditutup oleh Haoliang Xu. Dalam closing remarks, Haoliang menyampaikan apresiasi untuk BAZNAS terkait program Zakat For SDGs. Ia juga menyinggung hasil rapat BAZNAS yang diwakili Zainulbahar Noor di Markas Besar UNDP di New York, AS. Dia menambahkan, bukan saja zakat, tetapi wakaf juga turut dibahas dalam rapat-rapat mengenai inovasi pendanaan bagi SDGs.

Zainul menambahkan, Laboratorium Innovative Financing for SDGs akan melakukan penelitian, survei dan studi yang berkaitan dengan pendanaan inovatif untuk SDGs. Kegiatan ini akan dibiayai berdasarkan kesepakatan bersama kedua belah pihak.

"Ini merupakan kesempatan bagi BAZNAS untuk mewujudkan visi menjadi lembaga pengelola zakat terbaik di dunia yang dirintis melalui program-program SDGs. Sehingga PBB memberikan dukungan terhadap pembangunan lab pembiayaan inovatif yang diluncurkan BAZNAS dan UNDP Indonesia, karena BAZNAS dianggap memiliki manajemen keuangan Islam yang baik," katanya.

Menurut Zainul, dalam kerja sama ini, terkait penghimpunan dan penyaluran, BAZNAS sangat ketat memastikan bahwa dana-dana zakat diperuntukkan bagi 8 asnaf seperti perintah Allah SWT dalam Surat At-Taubah Ayat 60.

“Hal tersebut perlu diberi penekanan, karena sebagai lembaga internasional di lingkungan PBB, UNDP juga melakukan pembiayaan melalui sumber dana mereka yang belum tentu dapat diterima menurut syariat Islam, baik berupa program maupun bantuan ke lembaga-lembaga yang dalam keagamaan termasuk terlarang," ucapnya.

Menyangkut hal tersebut, UNDP mempunyai program khusus dengan konsep tersendiri dan berlaku umum untuk program bantuan ke berbagai lembaga. Untuk penghimpunan, Zainul menegaskan, BAZNAS telah menerapkan amanat UU 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat dan aturan turunannya yang diharapkan mengatur secara tegas mengenai pembayaran zakat melalui pemotongan gaji pegawai secara otomatis.

"Hal ini selaras dengan komentar Menteri Keuangan beberapa waktu lalu bahwa zakat harus dikelola seperti pajak. Ke depan, pembayaran zakat bisa menjadi instrumen pengurang pajak, bukan pengurang pendapatan kena pajak," ucapnya.

Wakil Direktur Wilayah UNDP Indonesia, Francine Pickup, menambahkan, Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dapat belajar dari Indonesia dan menerapkan kebijakan pembiayaan zakat untuk mendukung program SDGs. Katanya, BAZNAS telah membangun kemitraan dengan UNDP dalam mengembangkan panduan keagamaan fikih untuk SDGs, sebuah model menarik bagi banyak pihak untuk dipelajari dan diterapkan.

"Kantor perwakilan UNDP di negara-negara Arab dan Timur Tengah juga negara-negara seperti Bangladesh, Maladewa dan Filipina di kawasan Asia Pasifik tertarik untuk belajar dari pengalaman Indonesia," ujar Francine. [ald]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Kapolri: Hadapi Persoalan Bangsa Butuh Soliditas

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:58

Ekonomi RI Diguncang Triple Shock, APBN Makin Babak Belur

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:47

Perang Timur Tengah, Siapa yang Diuntungkan?

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:21

Haris Azhar Anggap Broken Penanganan Kasus Lee Kah Hin

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56

Arahan Google Maps, Mobil Terjun Timpa Rumah Warga

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:51

Safari Ramadan Romo Budi: Dari Sumba ke Bali, Bukber Lintas Agama Bikin Hangat

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:39

Tewasnya Ermanto Usman Murni Kasus Pencurian

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:38

KPK Agendakan Periksa Yaqut hingga Rencana Penahanan

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:27

MQ Iswara Dukung Bahlil Dorong Beasiswa LPDP untuk Santri

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak Perusahaan, Soroti Kejanggalan Audit

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:10

Selengkapnya