Berita

Foto/Net

Nusantara

Cuaca Ekstrem, Kemensos Siagakan 35.766 Personel Tagana

JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 | 16:20 WIB | LAPORAN:

. Kementerian Sosial menyiagakan sekitar 35.766 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) di berbagai wilayah Indonesia. Hal itu menyusul meningkatnya intensitas curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia.

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, penyiagaan Tagana dilakukan untuk membantu evakuasi dan penanganan korban bencana alam akibat cuaca ekstrem. Selain personel Tagana juga telah siap sahabat Tagana yang kini berjumlah 63.140 juga turut disiagakan.

"Tidak ada yang ingin bencana terjadi, tapi bagaimanapun antisipasi dan kewaspadaan harus tetap dilakukan. Tagana selalu siap diterjunkan kapanpun dibutuhkan. Maksimal satu jam setelah kejadian harus sudah berada di lokasi," ungkap dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Jumat (17/11).


Hal yang sama diutarakan Mensos disela-sela pemberian santunan korban meninggal longsor Jember. Di sana Mensos menyerahkan santunan kematian secara langsung kepada tiga ahli waris korban meninggal atas nama Sauful Bahri (35), Yuliyana (24), dan Faris (5). Masing-masing memperoleh santunan sebesar Rp15 juta. Ketiganya adalah warga Desa Jambesari, Kecamatan Sumber Baru, Kabupaten Jember.

Seperti diketahui, longsor terjadi di Dusun Kedungliyer dan Dusun Krajan, Desa Jambesari, Kecamatan Sumber Baru, Jember, 16 Oktober lalu. Titik lokasi berada di lereng Pegunungan Argopuro.

Khofifah menjelaskan, Tagana yang disiagakan Kemensos tidak sekedar memiliki kemampuan evakuasi saat bencana, namun juga layanan psikososial. Kurang lebih terdapat sebanyak 7.040 orang Tagana Psikososial.

"Untuk para korban juga ada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan trauma healing dan trauma counseling, lewat layanan dukungan psikososial tersebut," ujarnya.

Khofifah mengatakan, bencana yang kerap terjadi setiap kali musim penghujan antara lain banjir, angin puting beliung, longsor dan rob. Khofifah juga menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Khofifah menerangkan, Data Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat ada 323 kabupaten/kota yang berpotensi tinggi atau rawan bencana alam. Sekitar 71 kabupaten di antaranya termasuk zona merah. Ke-71 zona merah ini menjadi prioritas penanggulangan bencana bagi Kementerian Sosial.

Selain itu, tercatat sepanjang 2016 terdapat 2.171 kejadian bencana di Indonesia dan berdasarkan data serta informasi bencana Indonesia disebutkan jumlah korban meninggal mencapai 567 jiwa, 489 jiwa luka-luka. 2.770.814 mengungsi dan 23.628 unit rumah rusak ringan dan 5.750 unit rusak berat.

Khofifah berharap masyarakat luas meningkatkan kewaspadaan dan sensitifitas yang tinggi serta tanggap dan bertindak cepat jika bencana alam melanda wilayahnya.

Terkait pemenuhan logistik, Khofifah mendorong Pemda tidak menunda mengeluarkan surat keputusan (SK) tanggap darurat untuk mempermudah akses penyaluran bantuan terhadap korban bencana khususnya terkait cadangan beras pemerintah yang syarat mengeluarkannya harus melalui penerbitan SK Tanggap Darurat.

"Jika bupati atau wali kota yang sudah mengeluarkan surat keputusan pernyataan darurat, maka bisa mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sampai 100 ton, jika kuota pemerintah kabupaten/kota sudah terpakai dapat ditambah 200 ton atas SK Gubernur dan diatas 200 ton atas SK Mensos," imbuhnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya