Berita

Foto/Net

Nusantara

Jasa Marga Diminta Serius Hindari Kecelakaan Proyek Tol

Crane Patah Bikin Macet Parah Tol Jakarta-Cikampek
JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 | 09:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kecelakaan di proyek infrastruktur yang menimbulkan kemacetan parah kembali terjadi. Crane pengangkut Variable Message Sign (VMS) jatuh saat pengerjaan proyek jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Kemacetan parah terjadi sepanjang 7 kilometer.

Asistent Vice Presient Cor­porate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, untuk menga­tasi kemacetan ini, Jasa Marga dengan diskresi dan kerja sama dengan Kepolisian member­lakukan rekayasa lalu lintas contraflow.

"Kita lakukan rekayasa lalu lintas di KM 14 hingga KM21 arah Cikampek sejak pukul 09.45 WIB," kata Heru dalam keterangan yang diterima Rakyat Merdeka.


Heru menerangkan, insiden terjadi pada Kamis 16 Novem­ber 2017 pukul 00.00 WIB di Tol Jakarta-Cikampek arah Cikam­pek. Saat itu sedang dilakukan kegiatan pemindahan VMS di KM 15 oleh PT Waskita dengan menggunakan crane. Peminda­han VMS tersebut merupakan konsekuensi dari pengerjaan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikam­pek Elevated. Menurut Heru, ada faktor teknis yang menyebabkan VMS tersebut jatuh.

"Crane gagal melakukan pe­mindahan dan jatuh menutup lajur 1," katanya.

Dijelaskan, posisi crane yang masih berada di bahu jalan dan sebagian lajur 1 membuat laju kendaraan tersendat yang mem­buat kemacetan parah.

Hasil pantauan Rakyat Merde­ka, kemacetan tol Cikampek berimbas ke jalan alteri dan jalan alternatif lainya yang menuju Bekasi dan sekitarnya, seperti di jalan raya KH Noer Ali Bekasi, Jalan Bekasi Raya, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur hing­ga jalan Bintara Raya.

Heru melanjutkan, selain melakukan contraflow untuk mencairkan kepadatan, Jasa Marga juga melakukan pemo­tongan body crane dan mempo­sisikan crane di kondisi normal dengan menggunakan crane milik proyek Light Rail Transit (LRT) kapasitas 250 ton.

Jasa Marga mengimbau peng­guna jalan agar menggunakan jalur alternatif untuk menghin­dari kepadatan yang masih terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 15.

Untuk kendaraan dari arah Tol Dalam Kota, pengguna jalan keluar di Pancoran untuk melin­tasi arteri Cawang-Kalimalang-Bekasi Barat hingga Bekasi Timur. Pengguna jalan dapat kembali masuk ke Jalan Tol Ja­karta Cikampek melalui Ger­bang Tol (GT) Bekasi Timur.

Sementara pengguna jalan dari arah Jalan Tol Lingkar Luar TMII arah Cikampek, peng­guna jalan keluar di Jatiasih untuk melintasi arteri Jatiasih-Pekayon-Bekasi Barat hingga Bekasi Timur. Pengguna jalan dapat kembali masuk ke Jalan Tol Jakarta Cikampek melalui GT Bekasi Timur.

Untuk pengguna jalan dari arah Jalan Tol JORR Akses Tanjung Priok (ATP) arah Cikampek, pengguna jalan keluar di Kranji/Kalimalang untuk melintasi arteri Kalimalang-Bekasi Barat hingga Bekasi Timur. Pengguna jalan dapat kembali masuk ke Jalan Tol Jakarta Cikampek melalui GT Bekasi Timur.

"Jasa Marga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi dampak kepadatan di lokasi kejadian. Jasa Marga juga berterima kasih atas kesabaran para pengguna jalan, dan memohon maklum terkait insiden ini," ujar Heru.

Tak Cukup Minta Maaf

Pengamat transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Naing­golan meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sedang melaksanakan penger­jaan proyek infrastruktur lebih memperhatikan prosedur op­erasional untuk menghindari kecelakaan.

"Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan dan gangguan ling­kungan akibat pembangunan infrastruktur. Harus diperhati­kan lagi Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya dan standar keselamatannya. Karena efek yang ditimbulkan sangat merugikan masyarakat, khususnya pengguna jalan. Bahkan sampai ada yang makan korban jiwa,"  tegas Azas.

Ia juga meminta agar setiap proyek infrastruktur yang dilak­sanakan BUMN diawasi dan di audit oleh pengawas dan auditor independen agar pengawasan­nya maksimal.

"Kalau sampai merugikan masyarakat, harusnya masyarakyat dapat kompensasi dong. Tidak cukup hanya minta maaf," tegasnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya