Berita

Surya Paloh/RM

Politik

JELANG PILPRES 2019

NasDem Siapkan 1,4 Juta Saksi Antisipasi Kecurangan

JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 | 03:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Partai NasDem mulai mempersiapkan 1,4 juta kadernya menjadi saksi di masing-masing TPS pada Pileg/Pilpres.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menjelaskan, pihaknya juga akan membentuk komite saksi NasDem guna menghadapi Pemilu 2019 mendatang.

"Mulai besok kita persiapkan dengan meresmikan komite saksi NasDem. Komite saksi ini nantinya akan merekrut sedikitnya 1,4 juta kader untuk menjadi saksi pada pemilu 2019," ujar Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh disela-sela acara Rakernas Partai NasDem, Kamis (16/11).


"Satu TPS nantinya kita siapkan dua orang saksi. Jumlah TPS kita berkembang menjadi 700 ribu TPS yang akan hadir di Pilpres dan Pileg 2019," sambungnya.

Paloh menegaskan, saksi yang disipakan nantinya bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan.

"Kita belajar juga dari kesalahan pemilu lalu, tidak punya sakai. Saksinya NasDem barangkali hanya 10 persen. Seandainya punya saksi, tidak banyak kekurangan yang harus terjadi, bisa tertutupi," jelasnya.

Paloh memaparkan, semua infrastruktur dan struktur partai juga akan bergerak guna masuk menjadi partai pemenang pemilu 2019.

"Kalau NasDem tidak persiapkan dan bekerja secara luar biasa, tidak boleh berkhayal, berharap, dan membuat target mau tiga besar," tandas Surya.

Oleh karena itu dirinya minta kepada semua pengurus, kader, dan simpatisan untuk segera menyusun strategi pemenangan.

"Boleh buat target dan optimis, tapi realitasnya harus dimiliki dengan suatu kerja yang serius, terencana secara baik, dan miliki kesiapan waktu, tenaga, dan pikiran," demikian Paloh. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya