Berita

Jaya Suprana

Jaya Suprana

Penjelasan Kepada Ananda Sukarlan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 | 07:47 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MAS Ananda Sukarlan yang saya hormati, saya merupakan seorang dari sekian banyak pengagum Anda. Tak terlupakan betapa saya terpesona ketika saya memperoleh kehormatan dari Iravati Sudiarso untuk ikut menguji Anda pada ujian tahunan Yayasan Pendidikan Musik di mana Anda pada usia muda belia (sekitar 15-16 tahun) telah berani mempergelar La Campanella  mahakarya Franz Liszt.  

Pada saat itu saya sudah merasakan bahwa Anda memiliki bibit, bobot, bakat untuk menjadi seorang pianis yang bagus. Saya merasa bangga bahwa perasaan saya dahulu itu ternyata kini telah menjadi kenyataan.

Walk Out

Terberitakan oleh Kompas.com 13 November 2017, Anda melakukan walk out ketika Gubernur Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan kata sambutan pada acara peringatan 90 tahun Kolese Kanisius. Sebagai alasan, Anda menyinggung soal pidato Anies seusai dilantik sebagai Gubernur DKI yang menyinggung masalah pribumi dan non-pribumi. Seusai Anies berpidato dan meninggalkan ruangan, Anda kemudian kembali ke ruangan. Pada saat Anda memberikan sambutan terhadap penghargaan yang Anda dapatkan, Anda mengkritik panitia yang mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Kanisius.  

Terberitakan oleh Kompas.com 13 November 2017, Anda melakukan walk out ketika Gubernur Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan kata sambutan pada acara peringatan 90 tahun Kolese Kanisius. Sebagai alasan, Anda menyinggung soal pidato Anies seusai dilantik sebagai Gubernur DKI yang menyinggung masalah pribumi dan non-pribumi. Seusai Anies berpidato dan meninggalkan ruangan, Anda kemudian kembali ke ruangan. Pada saat Anda memberikan sambutan terhadap penghargaan yang Anda dapatkan, Anda mengkritik panitia yang mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Kanisius.  

Hak Asasi

Sepenuhnya saya sadar bahwa Anda berhak-asasi untuk melakukan walk-out terhadap sosok yang tidak Anda sukai. Namun saya tidak tahu apakah Anda telah benar-benar menyimak pidato Anies ketika dilantik menjadi Gubernur Jakarta yang telah menghebohkan itu.  

Menurut saya kehebohan itu adalah -dengan meminjam judul sebuah mahakarya Shakespeare, MUCH ADO ABOUT NOTHING sebab kata pribumi hanya sekali digunakan Anies di dalam pidatonya dan sama sekal bukan dalam konteks SARA namun dalam konteks sejarah penjajahan Nusantara. Sementara Anies sama sekali TIDAK menggunakan istilah non-pribumi. Kebetulan saya mengenal Anies jauh sebelum Anies terpilih menjadi Gubernur Jakarta. Saya berani menjamin bahwa Anies bukan seorang penganut paham diskriminasi SARA.

Wajar
Kurang jelas apa yang Anda maksud dengan kalimat seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Kanisius . Namun setahu saya, Anies Baswedan mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai sesuai dengan peraturan Pilkada yang berlaku pada tahun 2017. Apabila sekali lagi apabila yang dimaksud dengan ajaran Kanisius adalah ajaran tidak membenarkan diskriminasi SARA maka setahu saya pula, Anies Baswedan tidak membenarkan kampanye dirinya dengan isu SARA.

Memang terberitakan bahwa di masjid mau pun gereja pada masa Pilkada  kerap terdengar kotbah yang menyarankan umat masing-masing memilih palon masing-masing sesuai selera sang pengkotbah. Seorang teman saya tidak memilih Anies akibat dia tidak seetnis dengan Anies. Banyak teman saya yang Nasrani memilih Ahok akibat percaya bahwa Ahok adalah utusan Jesus Kristus untuk memimpin kota Jakarta bahkan di kemudian hari bangsa Indonesia. Adalah wajar bahwa umat agama atau insan etnis tertentu memilih calon sesuai selera dan keyakinan masing-masing.

Bonus

Yang menyentuh lubuk sanubari saya adalah pernyataan Anies Baswedan kepada Detik.com 13 November 2017 "Saya menghormati perbedaan pandangan. Dan saya memberikan hak kepada siapa saja untuk mengungkapkan dengan caranya. Bagian saya adalah menyapa semua, mengayomi semua. Jadi itu tanggung jawab saya sebagai gubernur. Jadi saya akan menyapa semua mengayomi semua kalau kemudian ada reaksi negatif, ya itu bonus saja buat saya”.  

Demikian penjelasan saya sebagai upaya meletakkan permasalahan pada porsi dan proporsi yang sebenarnya. Mohon dimaafkan apabila upaya saya tidak berkenan bagi Anda. Anggap saja sebagai suatu kemubaziran seseorang yang naif, dungu, sempit wawasan, serta dangkal tafsir maka tidak perlu dihiraukan. Saya sepaham dengan Anies Baswedan bahwa apabila kemudian ada reaksi negatif terhadap penjelasan saya ini maka saya anggap sebagai bonus buat saya.[***]

Penulis adalah pianis dan komponis yang karya-karyanya telah dipergelar di panggung mancanegara termasuk Esplanade Singapura, Sydney Opera House, Carnegie Hall, New York City   


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya