Berita

BLK Harus Akomodir Gagasan Anak Muda

JUMAT, 10 NOVEMBER 2017 | 08:22 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Industri yang maju harus banyak mengakomodir gagasan dari generasi muda. Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja juga penting mendengarkan masukan generasi muda.

Hal ini diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat mengunjungi BLK Surakarta, Rabu (8/11).

"Banyak industri yang terus berkembang karena mengakomodir gagasan generasi muda. BLK pun harus seperti itu, terbuka terhadap gagasan anak muda," ujar Menaker.


Menurut Menaker, BLK menjadi solusi konkret peningkatan kompetensi bagi angkatan kerja Indonesia yang didominasi lulusan SD-SMP.

Untuk itu, lanjut Menaker, standar kompetensi di BLK harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan dunia industri.

"Perubahan dunia semakin cepat dan kompetisi semakin ketat ini terjadi di semua negara," ungkap Menaker.

Menaker menambahkan, dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja sebanyak 2 juta tiap tahunnya, BLK harus menjembatani angkatan kerja untuk masuk ke dunia industri maupun berwirausaha melalui pelatihan vokasional.

"Semua orang yang masuk BLK tidak dikenai syarat umur atau latar belakang pendidikan formal," tegas Menaker.

Menaker mencontohkan sejumlah jurusan di BLK seperti garmen bisa ditransformasikan menjadi jurusan fashion design.  

"Misalkan di BLK Semarang jurusan Garmen yang lama di transformasikan menjadi fashion design. BLK Harus Sesuai dengan Kondisi Kids zaman Now," pungkas Menaker.

Kalau kita mengacu ke negara maju, lanjut Menaker, peran dan keterlibatan dunia industri dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk investasi SDM mencapai 70 persen.

Menaker secara terbuka mengajak dunia industri untuk berperan aktif dalam peningkatan kompetensi baik itu instruktur, kualitas pelatihan vokasi di BLK, maupun pemagangan.

Menaker juga mengingatkan bahwa tugas BLK tidak hanya melatih saja. Tapi BLK juga bertugas menempatkan alumni dan memonitoring.

"Jadi ditempatkan dan terus di monitor. kita tugasnya tidak hanya melatih saja tapi juga mengantar dan memonitor," pungkas Menaker. [wid]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya