Berita

Nusantara

Komisi IV Dukung 100 Persen Program Cetak Sawah Baru

RABU, 08 NOVEMBER 2017 | 01:14 WIB | LAPORAN:

Komisi IV DPR mengapresiasi kebijakan Kementerian Pertanian meningkatkan luas lahan pertanian melalui program cetak sawah baru.

Menurut Ketua Komisi IV Edhy Prabowo, program tersebut merupakan solusi jitu dalam mengatasi susutnya lahan pertanian akibat alih fungsi menjadi permukiman dan kawasan industri.

"Secara prinsip, langkahnya bagus. Tentu kami dukung. Kalau sawah tidak kita cetak, bagaimana lagi kita mau tanam padi," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/11).


Edhy mengakui, program tersebut memang tidak berjalan super mulus. Komisi IV pernah mendapat laporan ada sawah yang baru dicetak tidak didukung saluran irigasi memadai. Namun, bukan berarti program tersebut gagal. Dia berharap, hal tersebut segera diperbaiki.

"Makanya ini kami klarifikasi, karena program ini juga lewat persetujuan DPR. Tapi semangat, kerja keras Pemerintah kita harus hargai. Kalau ada yang kurang, tentu kita dengar. Ini semua kita sikapi dengan bijak," jelasnya.

Edhy pun senang bahwa program cetak sawah juga lulus audit. Badan Pemeriksa Keuangan telah menyatakan, program tersebut sudah sesuai koridor peraturan perundang-undangan.

Agar program semakin baik, Komisi IV akan melakukan evaluasi berkala. Dengan evaluasi itu diharapkan segala kekurangan yang terjadi selama ini dapat diperbaiki, dan yang sudah baik disempurnakan.

Terpisah, anggota IV BPK Rizal Djalil menambahkan bahwa kerja sama Kementan dengan TNI AD dalam program cetak sawah baru sudah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54/2010. Dia memastikan, tidak ada peraturan yang ditabrak program tersebut.

Rizal ikut mengapresiasi kerja sama Kementan dengan TNI, yang disebutnya sebagai program terobosan di bidang pangan.

"Sejak dijalankan pada 2015 program ini berjalan sangat baik. Dengan masuknya TNI, semakin nyata dan semakin konkret capaian pencetakan sawah. Hingga triwulan dua 2017 sudah tercetak 150.959 hektar dengan realisasi mencapai Rp 2,6 triliun dari yang dianggarkan Rp 4,1 triliun," jelasnya. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya