Berita

Aliansi Pasifik/Net

Bisnis

Empat Negara Amerika Latin Ini Buka Peluang Dagang Dengan Indonesia

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 08:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kedutaan besar empat negara Amerika Latin di Jakarta akan menggelar seminar perdagangan dan investasi pertama di Indonesia pada tanggal 21 November mendatang.

Seminar itu digelar oleh Kedutaan Besar Kolombia, Cile, Meksiko dan Peru bekerjasama dengan kantor komersial mereka yakni ProColombia, ProChile, ProMexico dan ProPeru serta dengan dukungan dari Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

Pertemuan komersial dan investasi blok di Indonesia ini akan digelar di Hotel Westin Jakarta. Dalam kesempatan itu, pihak berkepentingan dapat belajar secara mendalam portofolio investasi kelompok tersebut di sejumlah sektor seperti pertambangan, industri makanan, infrasturtukur, pariwisata, energi terbarukan, transportasi darat, udara dan laut serta pelayanan publik.


Sebagai informasi, sebagaimana keterangan yang diterima redaksi, Aliansi Pasifik antara Cile, Kolombia, Meksiko dan Peru yang diresmikan pada tahun 2012 lalu mewakili 41 persen PDB di Amerika Latin dan Karibia dan ditujukkan untuk memberikan manfaat seperti perjanjian perdagangan, pergerakan bebas manusia, konsolidasi bursa saham Amerika Latin terpadu atau MILA dan keseimbangan positif antara ekspor dan impor produk serta layanan di empat negara anggota tersebut

Aliansi Pasifik saat ini mewakili ekonomi terbesar kedelapan di dunia dengan pasar potensial 225 juta orang. Saat ini, Aliansi Pasifik memiliki 52 negara pengamat, satu di antaranya adalah Indonesia. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya