Berita

RTH Unhas/Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Bisnis

Kementerian PUPR Bangun 2,4 Hektar RTH Baru Di Kota Makassar

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 | 01:40 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya telah menyelesaikan penataan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Universitas Hasanudin (Unhas), Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla beberapa waktu lalu juga telah mengunjungi RTH dengan luas 2,4 hektar itu. Saat ini RTH Unhas menjadi tempat baru warga kota menikmati hijaunya taman kota dan danau.

"Ruang terbuka kampus Unhas salah satu kawasan hutan kota terbaik dan menjadi paru-paru Kota Makassar," ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (5/11).


Perbedaan tampak terlihat pada pintu utama Unhas yang lebih terbuka memberikan kesan menyatu dengan Jalan Perintis Kemerdekaan didepannya.

Pintu utama menjadi teras Unhas sebagai titik pertemuan sosial tidak hanya sivitas akademik namun juga masyarakat sekitar untuk bersosialisasi, beraktivitas, juga berekreasi.

Konsep rancangan lansekap RTH Unhas memaksimalkan interaksi dengan tepian air dengan mengoptimalkan empat unsur, yakni maritim sebagai cerminan visi Unhas sebagai perguruan tinggi yang berwawasan kemaritiman. Kemudian konektivitas, danau dan rawa serta ruang terbuka hijau.

Kondisi eksisting lahan yang terdiri dari komposisi rawa ber-air, danau dan dataran menghadirkan konsep unik RTH Unhas. Keberadaan penangkaran rusa juga tetap dipertahankan dalam RTH ini.

Pembangunan RTH juga termasuk pekerjaan perbaikan akses pedestrian untuk pejalan kaki ke dalam kampus yang sebelumnya rusak.

Jalur pedestrian diintegrasikan dengan saluran air untuk membersihkan air buangan dan air hujan, serta memaksimalkan penyerapan air.

Pekerjaan penataan RTH Unhas dilakukan pada periode April 2017 hingga Oktober 2017 oleh kontraktor PT. Palindo Inti Nusantara dengan nilai kontrak Rp 9,3 miliar dan konsultan pengawas PT. Sulappaapa Media Utama dengan nilai kontrak Rp 195 juta. [nes/***]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya