Berita

AHY-Jokowi/net

Politik

SBY Pingin AHY Jadi Wapres Jokowi

"Panjer Politiknya" Janji Dukungan
JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 17:43 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

KEMUNCULAN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di istana untuk ketemu Presiden Jokowi beberapa hari yang lalu ternyata ada banyak behind the story-nya.

Bukan suatu kebetulan pertemuan yang telah didisain oleh SBY itu bertepatan dengan suasana kebatinan istana yang dalam waktu dekat disebut-sebut akan melakukan reshuffle kabinet, dan tentu berkaitan pula dengan agenda SBY dan partainya dalam persiapan Pilpres 2019.

Dalam konteks ini esensinya SBY mempromosikan AHY kepada Jokowi supaya Jokowi berkenan menjadikan AHY sebagai calon wakil presiden berdampingan dengan Jokowi di Pilpres 2019. Untuk itu sebagai "panjer politik" SBY menyatakan akan mendukung secara all out pemerintahan Jokowi.


Atau setidaknya dalam sisa durasi pemerintahan Jokowi yang tinggal dua tahun lagi SBY ngarep supaya ada kader partainya yang bisa duduk di kabinet. Syukur-syukur AHY yang menempati, sehingga jabatan menteri kelak bisa dijadikan batu loncatan oleh AHY untuk jadi wakil presiden.

Inilah antara lain yang menjelaskan mengapa dalam momentum evaluasi tiga tahun pemerintahan Jokowi pada tanggal 20 Oktober yang lalu SBY dan partainya menyatakan bersikap netral dan normatif. Tidak mengoreksi, mengkritik, apalagi oposan.

"Jurus silat" SBY ini apa boleh buat dijadikan manuver sebagai terobosan untuk menaikkan rating AHY, yang kemarin kalah dalam Pilgub Jakarta dan kini terus dipompa oleh lembaga-lembaga survei supaya terus melambung. Syahdan, dalam waktu dekat AHY juga akan didaulat jadi ketua umum Partai Demokrat.

Bagaimana sikap Presiden Jokowi?

Tentu presiden punya pertimbangan tersendiri. Yang jelas, Presiden Jokowi tidak ingin wakilnya kelak adalah figur bermasalah, figur hasil pencitraan belaka, yang track record, reputasi integritas, kompetensi, serta pengalamannya di pemerintahan dan di lapangan politik tidak jelas. Karena akan sangat berisiko, baik bagi Jokowi sendiri, bagi tatakelola pemerintahan, bagi bangsa dan bagi negara.

Banyak kalangan berharap pendamping Jokowi kelak adalah figur dengan tipe operational leadership, bersih dari KKN, punya keberpihakan yang jelas kepada rakyat, berpengalaman, mempunyai visi ekonomi yang sesuai dengan Tri Sakti, yang dapat membuka jalan baru dari jalan sesat dan jalan gelap ekonomi neoliberal seperti saat ini.

Hanya figur dengan kriteria-kriteria seperti inilah pilihan yang tepat dan benar untuk Jokowi, bukan hanya untuk menyelamatkan Indonesia, tetapi juga demi untuk menaikkan marwah Jokowi sebagai presiden yang dicintai rakyat, yang akan meninggalkan legacy sebagaimana layaknya seorang The Great President yang kelak dapat dicatat di kertas sejarah yang wangi dan terukir di dalam prasasti nurani rakyatnya. [***]

Penulis adalah Wartawan senior Harian Rakyat Merdeka

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya