Berita

Bisnis

Target Pupuk Indonesia Sudah Mencapai 73 Persen

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 12:18 WIB | LAPORAN:

PT Pupuk Indonesia (Persero) sampai dengan akhir Oktober 2017 telah menyalurkan pupuk sebesar 7.014.929 ton untuk sektor tanaman pangan secara nasional.

Rinciannya untuk urea sebesar 3.104.474 ton, NPK sebesar 1.953.543 ton, SP-36 sebesar 671.255 ton, ZA sebesar 777.350  ton dan Organik sebesar 508.337 ton.

Khusus untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur, sampai dengan akhir Oktober 2017 Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 18.735 ton, 10.546 ton NPK,  2.789 ton SP-36,  787 ton ZA dan 1.036 ton Organik. Sedangkan stok pupuk di gudang Lini III - IV (per-1 November 2017) Urea di Nusa Tenggara saat ini sebesar 5.565 Ton, angka ini mencapai lebih dari 5 kali lipat dari ketentuan stok Pemerintah, yaitu  1.022 ton.


Sementara stok untuk jenis lainnya yaitu  NPK sebesar 2.261 ton, SP-36 sebesar 1.602 ton, ZA sebesar 1.463 Ton dan Organik sebesar 2.758 ton, keseluruhannya siap disalurkan ke 22 Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Timur.

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Achmad Tossin Sutawikara mengatakan, Pupuk Indonesia mengemban kewajiban dari pemerintah untuk menyalurkan 9,5 juta ton pupuk bersubsidi sepanjang 2017.
 
"Realisasi sampai dengan Oktober sudah mencapai 73 persen dari target, kami optimistis dapat mencapai target pemerintah, untuk penyaluran pupuk bersubsidi ini dengan terus mengoptimalkan proses pendistribusian," kata Achmad dalam rilis tertulisnya, Jumat (3/11).

Menanggapi isu kelangkaan pupuk yang beredar di beberapa daerah dikarenakan adanya keterbatasan alokasi pupuk untuk daerah tertentu, Achmad menjelaskan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk penambahan alokasi subsidi sebesar 1 juta ton. Namun agar penambahan tersebut bisa dilaksanakan, harus ada SK dari Gubernur dan Bupati di daerah.

"Sambil menunggu ketetapan penambahan alokasi dari Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian, Pupuk Indonesia bekerja sama dengan instansi terkait tengah mengupayakan percepatan penyaluran pupuk agar kebutuhan sektor subsidi cepat terpenuhi, jadi kami secara paralel mulai mendistribusikan sambil menunggu SK terbit dari kepala daerah,; terangnya.

Selain keterbatasan alokasi, menurut Achmad, banyak petani yang tidak terdaftar di RDKK, akibatnya pada saat mereka membutuhkan pupuk bersubsidi, tidak terlayani karena tidak mendapatkan jatah di kios-kios. Padahal stok pupuk tersedia sangat cukup.

Achmad menambahkan, dalam penyaluran pupuk, Pupuk Indonesia menggunakan sistem monitoring stok yang dapat dipantau setiap saat melalui website www.pupuk-indonesia.com agar lebih memudahkan dalam mengetahui ketersediaan stok pupuk di daerah-daerah.

Untuk mendapatkan informasi dan penjelasan mengenai pupuk, petani bisa berkonsultasi dan bertanya kepada layanan pelanggan kami untuk informasi tentang tata cara mendapatkan pupuk bersubsidi ke nomor: 0800-100-800-1 atau mengirimkan pesan sms ke nomor: 0822-100-100-81.[wid]




 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya