Berita

Advertorial

Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Bahas Tantangan Dan Solusi Pengelolaan Sumber Daya Air

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 09:48 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI), pada tanggal 8-10 September 2017 lalu menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) di Papua. Pertemuan Ilmiah Tahunan ini merupakan pertemuan ke-34 bagi para pengelola infrastruktur bidang sumber daya air.

Tahun ini, tema yang dipilih adalah “Tantangan Pengelolaan Sumber Daya Air Dalam Menghadapi Perubahan Iklim Untuk Mendukung Ketahanan Air, Pangan dan Energi”.

Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi tanah air saat ini, dimana masyarakat Indonesia membutuhkan ketahanan air untuk menjawab tantangan kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat.


Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia hadir pada acara tahunan ini.

Indonesia memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar yakni mencapai 3,9 triliun m3/tahun dengan potensi pembangkit listrik tenaga air sebesar 75.000 MegaWatt (MW) yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Dari jumlah potensi tersebut, Papua merupakan salah satu provinsi yang memiliki sumber daya air terbesar.

"Papua ini potensi airnya paling besar dari seluruh wilayah Indonesia karena curah hujannya cukup tinggi. Jadi, pengelolaanya harus tepat waktu dan tempatnya,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso dalam laporannya sebagai Ketua Umum HATHI pada pembukaan PIT ke 34 di Auditorium Universitas Cenderawasih, Papua.

Imam menyebutkan tujuan diselenggarakannya pertemuan ilmiah HATHI di Universitas adalah untuk mengenalkan organisasi profesi sehingga meningkatkan kontribusi para akademisi dalam pengembangan bidang keahlian profesi.

“Kerjasama penelitian dibidang pengelolaan air dengan pihak akademisi dan swasta, nantinya dapat menghasilkan produk penelitian berdaya guna di masyarakat,” ujarnya.

Imam juga mengingatkan kepada anggota HATHI yang belum bersertifikat untuk segera mengikuti sertifikasi profesi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme.

"Sebagai organisasi yang mempunyai wewenang untuk memberikan sertifikasi, kami juga akan terus meningkatkan kemudahan dalam pengajuan proses sertifikasi keahlian profesi dengan tetap memperhatikan standar kualitas yang ditetapkan," ucapnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang hadir membuka acara tersebut, mengutarakan dalam sambutannya bahwa sektor pangan, air dan energi akan menjadi panglima pembangunan nasional ke depan, sekaligus ujung tombak persaingan antar negara.

“Ketiga bidang tersebut menjadi tanggung jawab yang digeluti seluruh anggota HATHI untuk dapat dikelola dengan baik dan berkelanjutan," ujar Basuki.

Ia juga menambahkan, Papua memang memiliki potensi air yang sangat besar namun jumlah penduduknya masih sedikit. Untuk itu, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya air akan memprioritaskan pengelolaan sumber daya air di Papua yaitu pembangunan jaringan irigasi kecil yang akan mendukung pertanian.

Kedepannya seiring pertumbuhan penduduk maka akan ditingkatkan pula pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berskala besar.

Terkait pengelolaan Sumber Daya Air (SDA), Menteri Basuki mengungkapkan saat ini Rancangan Undang-Undang SDA telah masuk dalam Prolegnas DPR RI dan diharapkan dapat segera dituntaskan dalam waktu 4 bulan ke depan.

Menurutnya, UU SDA bukan milik golongan tertentu namun merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Ia berharap agar HATHI bisa mengawal dan memberikan masukan sehingga nilai-nilai Pancasila menjadi roh dalam UU SDA untuk menciptakan keadilan bagi rakyat Indonesia. [wid]


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya