Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Jalan Panjang Memoles Wajah Bengkulu Selatan

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 06:56 WIB

Pembuka November 2017, puluhan petinggi kedinasan lembaga eksekutif bercokol memadati meja oval cokelat di ruang rapat Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan.

Mereka berembuk tentang bagaimana memoles wajah kabupaten yang suram, lalu menyulapnya menjadi daerah metropolitan menyaingi Lampung, Medan dan Padang yang lebih dulu berjaya di pulau Swarnadwipa.

"Kita akan menghiasi ibukota kabupaten dengan alun-alun, merenovasi sektor pariwisata hingga membangun bandara dan pelabuhan," ujar Bupati Dirwan Mahmud, Kamis (2/11).


Puluhan kepala dinas manggut-manggut kepala, seraya mengamini mimpi besar pemerintahan Dirwan Mahmud-Gusnan Mulyadi yang hanya tersisa 3,5 tahun lagi. Daerah kecil, sunyi dan suram itu tengah dipersiapkan bangkit dari tidur panjang selama hampir lima dekade.

"Kita harus menyukseskan program ini, sebab Bengkulu Selatan tidak akan punya nama di Indonesia, apabila kita tidak menyalin dan menerjemahkan berbagai potensi yang dimiliki daerah ini," doktrin Dirwan meyakinkan puluhan kepala dinas OPD di ruang rapat tersebut.

Dirwan Mahmud meyakinkan Bengkulu Selatan harus berubah dari kawasan tertinggal menjadi maju, kemudian menjelma menjadi daerah metropolitan.

Langkah mantan ketua parlemen itu beserta wakilnya Gusnan Mulyadi ditunjukkan dengan rutinitas perjalanan dinas luar kota yang dilakukan hampir setiap pekan menemui para petinggi pemerintah pusat.

Pasangan itu membagi tugas dalam melobi para menteri dan pejabat RI lainnya. Arah politik Dirwan Mahmud berhubungan dengan proyek infrastruktur, seperti pendidikan, pariwisata dan transportasi. Sementara wakilnya Gusnan menjemput bola terkait proyek ekonomi kerakyatan, semisal pertanian, perdagangan dan industri.

"Mustahil membangun Bengkulu Selatan apabila hanya mengandalkan dana APBD senilai Rp 954 miliar, sebab 63 persen habis untuk belanja pegawai. Pemerintah daerah harus terus berupaya menarik dana pusat," pungkas Dirwan.

Kalangan yang berseberangan dengan pemerintah daerah menilai, apa yang sedang dilakukan pasangan Dirwan-Gusnan hanyalah manuver politik guna memuluskan citra mereka pada Pemilukada 2021 mendatang. Pasangan itu dianggap memainkan ritme politik guna menarik simpati masyarakat melalui euphoria pembangunan.

Mindset propaganda itu pun terus dibingkai lawan politik dengan tujuan menurunkan popularitas pasangan itu di mata masyarakat. Upaya itu dilakukan guna mengubah rasa hormat masyarakat terhadap pemimpin, sehingga menimbulkan rasa muak terhadap pemerintahan Dirwan-Gusnan.

Dalam beberapa sesi wawancara, Dirwan mengeluhkan dengan penjegalan beberapa program pemerintah daerah di Parlemen. Menurutnya, pendekatan langsung kepada pemerintah pusat merupakan upaya cerdas agar proyek pembangunan fisik di Bengkulu Selatan terus berjalan.

"Beberapa menteri dan pejabat tinggi sudah kami temui. Tugas kepala OPD adalah menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan mereka," tegas Dirwan saat diwawancari RMOLBengkulu.Com.

Untuk memajukan kabupaten yang dikenal dengan kabupaten "Sekundang setungguan", Dirwan pun bertahap melakukan pembangunan dengan mendirikan perpustakaan yang digadang-gadang termegah se-Sumatera pada tahun 2018 mendatang dengan anggaran mencapai Rp 5,5 miliar.

Selain itu juga, ia beserta instansi terkait dalam tahap mengembangkan potensi pelabuhan yang terdapat di kabupaten ini. Dengan harapan pemerintah pusat akan memberikan dana segar untuk mewujudkannya.

Tidak hanya pembangunan perpustakaan dan pelabuhan, sektor pariwisata juga sudah menjadi target besar kepemimpinan Dirwan-Gusnan. Dengan memajukan pariwisata dirinya berharap peningkatan ekonomi daerah Bengkulu Selatan dapat meningkat serta masyarakat pun dapat sejahtera.

"Kita akan prioritaskan pembangunan ini yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat Bengkulu Selatan," terangnya.

Di sisi lain, dari segi pertanian yang digerakan oleh Wabup Gusnan melalui jagung juga akan mendorong kualitas dan taraf hidup masyarakat yang lebih baik. Dengan demikian, secara perlahan Kabupaten Bengkulu Selatan akan terlepas dari predikat kabupaten yang masih tergolong miskin.[wid] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya