Berita

Abas Toya Bawazier/RMOL

Hukum

Ketua DPC Hanura Mengaku Hanya Punya Hubungan Politik Dengan Siti Masitha

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 17:22 WIB | LAPORAN:

Ketua DPC Partai Hanura Tegal Abas Toya Bawazier diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama kurang lebih empat jam. Ia dimintai keterangan terkait perkara suap yang menjerat Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno.

Kepada wartawan, Abas mengaku dirinya memang memang memiliki hubungan politik dengan Sitha. Diketahui, Sitha merupakan kader Golkar yang berencana mengikuti Pilkada 2018 dan berkoalisi dengan partai Hanura.

"Kenal. Iya karena bunda Sitha kan Walikota Tegal yah yang lama itu aja," kata Abas usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (2/11).


Dalam kasus tersebut Sitha diduga menerima suap pengelolaan dana kesehatan di RSUD Kardinah dan pengadaan barang jasa di Pemkot Tegal TA 2017. Bersama pengusaha Amir Mirza Hutagalung, Sitha diduga menerima suap hingga Rp 5,1 miliar yang diterima dalam rentan waktu Januari-Agustus 2017.

Uang itu rencananya akan digunakan Sitha dan Amir untuk maju pada pemilihan Walikota dan wakil Walikota Tegal 2018.

Dalam pencalonan itu, Golkar sebagai partai pengusung Sitha berencana melakukan koalisi dengan Hanura. Abas mengungkapkan partainya baru melakukan pendekatan untuk mengusung Sitha pada Pilkada 2018.

"Rekomendasi belum turun, pendekatannya udah. Itu aja," tuturnya.

Meski begitu Abas mengaku tak mengetahui perihal uang suap yang akan digunakan Sitha untuk modal Pilkada itu.

"Enggak keterkaitan kita hanya masalah politik saja. Kita gak tau yah karena kita gak terlibat di dalam itu hanya kapasitas bunda saja sebagai walkot dan akan nyalon lagi dan yang pertama juga bukan sama Hanura," imbuhnya.

Setelah Sitha dicokok KPK, Abas mengaku partainya masih mencari calon Walikota yang akan didukung partainya. Hingga saat ini, Hanura belum memutuskan siapa pihak yang akan diusung partainya.

"Belum tahu masih ada bebera pendekatan dari bakal calon ke Hanura. Kami belum memutuskan. Yah, beberapa lah yang ada di Tegal," pungkasnya.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya