Berita

Braman Setyo bersama KH Admad Sugeng Utomo/Humas LPBD

Bisnis

Akses Dana Bergulir Untuk Santriprenuer Dipermudah

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 14:57 WIB | LAPORAN:

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) akan memberikan kemudahan bagi santri pengusaha atau santripreneur dalam mengakses pembiayaan dana bergulir.

Langkah ini sebagai upaya LPDB-KUMKM dalam mendorong Santripreneur mengembangkan usahanya.

"Kita akan ikut berpartisipasi dalam rangka pengembangan Santriprenuer. Tentu mereka akan kita berikan semacam bukan hadiah tapi bentuk penghargaan dan kemudahan dalam mengakses dana bergulir LPDB," ujar Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo saat menerima kunjungan Inisiator dan Pembina Santripreneur Indonesia, KH Admad Sugeng Utomo atau yang biasa disapa Gus Ut di kantornya, Jakarta, Kamis (2/10).


Santripreneur akan diberikan bantuan perkuatan modal maksimal Rp 100 juta, dan tenaga pendamping dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dengan adanya pendampingan diharapkan bantuan modal yang diberikan dapat dipergunakan sesuai kebutuhan.

"Saya kira ini sangat membantu apa yang diharapkan para pimpinan pondok pesantren bahwa santri-santri ini tidak hanya mendalami ilmu Agama, tapi juga bagaimana bisa bermanfaat bagi pengembangan usaha-usaha di lingkungan masyarakat seperti itu," kata Braman.

Braman mengatakan, bantuan modal tersebut akan sangat tepat diberikan melalui koperasi santri atau koperasi pondok pesantren. Selanjutnya koperasi yang akan menyalurkan kepada santripreneur yang ada di pesantren-pesantren. Namun begitu, Braman mengemukakan bahwa LPDB bisa juga memberikan bantuan modal langsung kepada santripreneur yang usahanya sudah established.

"Ini yang saya harapkan bahwa semakin banyak santriprenuer mengakses dana ke LPDB itu akan semakin bagus. Berarti tingkat kemandirian semakin kuat," imbuhnya.

LPDB-KUMKM akan mengalokasikan dana bergulir sebesar Rp 100 miliar pada 2018, dengan perkiraan tambahan Rp 50 miliar guna mendukung pengembangan wirausaha di tanah air. Dana tersebut akan disalurkan kepada koperasi dan UMKM baik menggunakan pola konvensional maupun syariah. Khusus untuk pola syariah, penyalurannya akan disesuaikan dengan program Santripreneur.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ut mengatakan potensi tumbuhnya santripreneur dari 33 ribu pesantren yang ada di Indonesia sangat besar. Hal inilah yang membuatnya terdorong untuk mendirikan Sekolah Bisnis Santripreneur. Sekolah ini akan membina anak muda khususnya para santri untuk menjadi pengusaha, walaupun bergelut di dunia agama.

"Kalau secara stastik angka yang bisa lihat dari jumlah santri di Indonesia jumlahnya cukup fantastik antara 25-40 juta santri. Yang paling mungkin alumninya menjadi pengusaha karena di dalam pesantren sudah diajari mandiri," ucap Gus Ut.

Gus Ut menilai pemerintah sudah memperhatikan dunia pesantren, salah satunya dengan menetapkan Hari Santri Nasional. Namun, ia berharap perhatian tersebut diwujudkan dalam bentuk program nyata. Para santri ingin berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan dengan membangun ekonomi negeri melalui Santripreneur. Dengan begitu target 10 persen jumlah penduduk Indonesia menjadi wirausaha bisa terwujud.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya