Berita

Foto/Net

Nusantara

Gus Irawan Dicopot, Gerindra Sumut Pasti Selamat

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 11:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto didesak agar mencopot Gus Irawan Pasaribu dari jabatan Ketua DPD Partai Gerindra Sumut (Sumut).

Desakan itu disuarakan oleh sekitar 100 orang kader Gerindra Sumut saat menggelar aksi damai di Tugu Sisingamangaraja, Kota Medan, Sumut, Kamis (2/11).

Aksi damai yang mendapat penjagaan ketat dari jajaran Polda Sumut itu terpaksa dilakukan karena sikap kesewenang-wenang Gus Irawan dengan memecat 17 ketua DPC Gerindra se Sumut.


"Intinya, kami meminta agar Gus Irawan dicopot. Kalau tidak, partai ini akan hancur," kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mandailing Natal (Madina) H. Khoiruddin kepada redaksi sesaat lalu.

Barco sapaan akrab Khoiruddin adalah salah satu ketua DPC yang diberhentikan Gus Irawan tanpa melalui mekanisme partai seperti yang tertuang dalam AD/ART.

Barco bersama Ketua Gerindra Kabupeten Karo Abednego Sembiring langsung memimpin aksi damai di Tugu Sisingamangaraja.

Barco menjelaskan, aksi damai dilakukan sebagai bentuk cinta kepada Prabowo dan sayang kepada Gerindra.

"Kami cinta Prabowo dan sayang Gerindra. Pencopotan Gus Irawan untuk menyelamatkan Gerindra di Sumut," ungkapnya, sambil menambahkan Gus Irawan menahkodai partai layaknya memimpin perusahaan.

Perwakilan 17 ketua DPC yang "dipenggal" Gus Irawan juga pernah melakukan aksi serupa pada acara Apel Siaga Gerindra Sumut oleh Romo Center, di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (22/10). Saat itu, mereka menyampaikan tuntutan yang langsung diterima Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon.

Lalu, bagaimana jika dua aksi di Medan belum ditanggapi oleh DPP di Jakarta? Barco berjanji 17 ketua DPC akan terus berjuang, termasuk melakukan aksi di Bundaran HI Jakarta, dan mengadukan masalah ini ke kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya