Berita

Net

Hukum

KPK Garap Dua Tersangka Jual Beli Jabatan Di Pemkab Nganjuk

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 11:31 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua tersangka suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, Jawa Timur tahun 2017.

Yakni Kepala SMPN 3 Ngronggot Mokhammad Bisri dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Nganjuk Harjanto.  

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, keduanya diperiksa sebagai saksi untuk Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.


"Dua tersangka kasus suap bupati Nganjuk akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TFQ," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/11).

Kasus itu sendiri bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan di Jakarta dan Nganjuk pada 25 Oktober lalu. Dalam operasi itu, KPK mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp 298.000.020.000. Uang diambil dari tangan Ibnu Hajar di Hotel Borobudur, Jakarta. Diduga merupakan pemberian dari Harjanto dan Bisri melalui Ibnu dan Suwandi.

"Dari total uang yang diamankan diduga diberikan dari IH sejumlah Rp 149.120.000 dan dari SUW sejumlah Rp 148.900 ribu," tutur Wakil ketua KPK Basaria Panjaitan. Lanjutnya, suap diberikan untuk memuluskan perekrutan dan pengelolaan ASN/PNS di Kabupaten Nganjuk tahun 2017.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima, Taufiqurrahman, Ibnu, dan Suwandi diganjar pasal 12 huruf (a) atau huruf (b) atau pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara pihak pemberi yakni Bisri dan Harjanto dijerat pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau pasal 5 ayat 1 huruf (b) atau pasal 13 UU 31/1999. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya