Berita

Foto/Net

Nusantara

Kata Anies Jakarta Kota Paling Tidak Aman, Terlebih Untuk Perempuan

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 05:06 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai DKI Jakarta merupakan kota yang paling tidak aman, terlebih untuk kaum perempuan.

Hal itu jugalah yang menjadi salah satu poin yang dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.

KUA-PPAS sendiri disusun berdasarkan Rencana Kerja Prioritas Daerah (RKPD) dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).


Selain mengenai keamanan, pembangunan sanitasi, saluran air bagi pemukiman kumuh juga menjadi bagian.

"Saya minta kepada semua untuk menyisir lagi semua item-item anggaran, memastikan sepenuhnya dipakai untuk warga. Ukuran dari program harus proporsional dengan masalahnya. Jakarta ini salah satu kota yang paling tidak aman. Apalagi teruntuk perempuan. Kita lihat alokasi anggaran kecil sekali tidak mencerminkan kalau ada masalah dengan keamanan, apalagi untuk perempuan," kata Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (1/11).

Lebih lanjut Anies juga meminta agar ukuran program harus proposional dengan masalah yang dihadapi warga ibukota. Dirinya meminta agar Satuan Kerja Perangkat Daerah di Jakarta bersedia mengutamakan program prioritas dengan mengeser anggaran internal. Bahkan, mantan Menteri Pendidikan ini berani untuk meninjau postur anggaran SKPD.

Jika ditemukan alokasi anggaran yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Anies tidak segan-segan memberikan sanksi.

"Kalau kita ingin memprioritaskan pada peningkatan mereka yang marginal, mereka yang tersingkirkan maka harus menggeser sebagian dari anggaran-anggaran yang ada," ujar Anies. [nes]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya