Berita

Energi Panas Bumi/net

Nusantara

Lebong Bakal Jadi Daerah Penyuplai Energi Terbesar Di Bengkulu

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 22:17 WIB | LAPORAN:

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas) Indonesia sudah menjadi net importir minyak untuk memenuhi kebutuhan energi di kehidupan sehari–hari. Bahkan pada tahun 2025 mendatang, Indonesia akan menjadi negara importir gas.

Kondisi ini mengharuskan pemerintah mengembangkan energi terbarukan seperti energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi dalam beberapa tahun kedepan.

Tantangan itu tampaknya akan terjawab di Kabupaten Lebong. Kehadiran PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang tersebar dibeberapa Kecamatan, seperti PT PGE Proyek Hulu Lais, PT PGE Bukit Daun di Kecamatan Rimbo Pengadang dan PT PGE yang berada di lokasi Tambang Sawah disebut akan menjadi pusat penyuplai energi terbesar untuk Provinsi Bengkulu.


Pimpinan Proyek (Pimpro) PT PGE Hulu Lais, Hasan Basri mengungkapkan, pada pertengahan tahun 2020 mendatang, rencananya PT PGE Hulu Lais bekerja sama dengan PT PLN untuk produksi Pembakitan Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 2x55 megawatt.  

"PT PGE Hulu berpotensi menghasilkan cadangan listrik mencapai 250 megawatt. Nanti Kabupaten Lebong diprediksi akan menjadi penyuplai energi terbesar di Bengkulu," kata Hasan saat berbincang dengan RMOL Bengkulu, Rabu (1/11).

Sementara itu, 2 wilayah di Kecamatan lainnya masih dalam tahap eksplorasi untuk memperkirakan besarnya cadangan panas bumi yang dihasilkan. Menurut Hasan, dalam beberapa tahun kedepan daerah yang pada umumnya tidak memiliki ketahanan energi akan sulit bersaing dan sulit maju secara ekonomi.
Walaupun PGE Hulu Lais yang berada di Lebong belum berproduksi, namun pada tahun 2020, kata Hasan, di wilayah Lebong sudah dapat dikembangkan energi terbaru seperti di wilayah Sumatera lainnya.

"Seperti di Ulu Belu, Provinsi lampung telah berhasil menyuplai listrik sekitar 4x55 megawatt," ungkapnya.

Dengan menyuplai energi 2X55 megawatt dr PT PGE Hulu Lais, lumbung energi yang berasal dari Lebong mampu mengaliri listrik lebih dari 150.000 rumah atau setara dengan kebutuhan listrik 1 juta penduduk Provinsi Bengkulu maupun pulau Sumatera sendiri.

"Makanya energi itu nantinya bisa disuplai masyarakat sampai dengan 30 tahun sejak dilakukan produksi. Sama seperti perusahaan geothermal di pulau jawa, telah berproduksi lebih dari 40 tahun sampai sekarang ini. Termasuk di negara–negara eropa lainnya yang telah memproduksi sudah hampir satu abad," pungkasnya.

Sementara itu, untuk teknis penyuplaian antara PT PGE dan PLN ke masyarakat sendiri nantinya dengan 2 opsi, yakni  Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) artinya PT PGE menjual uap kepada PLN dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dimana pertamina menjual listrik kepada PLN.

"Artinya, PGE sendiri hanya sebatas Penyuplai uap, sedangkan PLN mendirikan pembangkit listriknya," ucapnya.

Ditambahkan Hasan, keunggulan lain yang di miliki PT PGE Hulu Lais saat produksi nantinya adalah energi panas bumi tersebut tidak bisa di jual kenegara lain seperti pemasokan energi minyak bumi yang di lakukan perusahaan–perusahaan besar lainnya.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya