Berita

Pendamping Desmigrasif/RMOL

240 Pendamping Desmigratif Pastikan TKI Aman Kerja Di Luar Negeri

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 21:21 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Sebanyak 240 Pendamping Desa Migran Produktif (Desmigratif) dari seluruh Indonesia mengikuti bimbingan teknis caca bermigrasi yang aman bagi calon pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

Desmigratif adalah salah satu upaya pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnaker) melindungi dan meningkatkan kesejahteraan para TKI yang bekerja di luar negeri dan keluarganya sejak dari kampung halaman, saat bekerja hingga kembali ke kampung halaman.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kemnaker, Maruli A Hasoloan mengatakan sebagai tahap awal, dipilih 122 desa kantong TKI dari berbagai daerah sebagai pelaksana program.


“Guna memastikan program berjalan sesuai dengan idealitas yang diharapkan, pemerintah merekrut tenaga Pendamping Desmigratif. Tiap desa dua tenaga pendamping,” kata Maruli, Rabu (1/11).

Untuk memastikan tenaga Pendamping Desmigratif berjalan maksimal, lanjut Maruli, pemilihannya ditentukan oleh musyawarah desa, serta harus berasal dari desa setempat.

Selama empat hari, para pendamping akan mendapatkan bimbingan teknis tetang program Desmigratif, memahami peluang dan tatacara bekerja di luar negeri yang aman, memahami layanan informasi pasar kerja online di pusat layanan migrasi dan emahami model pemberdayaan TKI setelah kembali ke kampung halaman.

Maruli menjelaskan, salah satu pemicu terjadinya pengiriman TKI illegal dan kejahatan perdagangan orang adalah keterbatasan informasi tentang bermigrasi yang benar, serta lamanya proses pengurusan pada layanan migrasi. Dengan mendekatkan layanan migrasi dan info pasar kerja di luar negeri secara online di desa-desa kantong TKI, serta dengan pelayanan yang cepat diharapkan tak terjadi lagi pengiriman TKI secara illegal.  

Selain bimbingan soal layanan migrasi, para pendamping Desmigratif juga mendapatkan materi tentang koperasi, usaha mikro bagi keluarga TKI dan matan TKI, cara pengelolaan uang remitansi TKI, pengetahuan tentang perlindungan dan pengasuhan anak untuk program community parenting bagi anak TKI.

"Mereka juga akanmemahami tentang bahaya human trafficking, perlindungan TKI sebelum berangkat, saat bekerja hingga kembali ke kampung halaman dan juga BPJS Ketenagakerjaan," kata Maruli.

Turiyah, salah satu Pendamping Desmigratif dari Desa Kuripan Watumalang, Wonosobo mengatakan, dengan bimbingan teknik menambah kapasitas pendamping tentang layanan migrasi yang cepat serta informasi bekerja di luar negeri yang komprehensif.

“Temuan di kampung kami, ada warga menjadi TKI illegal karena ada iming-iming dari calo. Hal ini tak akan terjadi kalau warga dapat informasi yang cukup tatacara bekerja di luar negeri, serta layanan yang cepat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Andi Novianto, pendamping Desmigratif dari  Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen. Menurutnya dengan layanan yang cepat dan lengkap, calon TKI dan keluarganya merasa tenang. Saat ini, di desanya juga sedang dirintis koperasi untuk TKI dan keluarganya.

Program Desmigratif melibatkan 11 Kementrian dan lembaga, yaitu Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Ekonomi Kreatif.

Pemerintah juga menggandeng Bank Indonesia, BRI, BNI,  Bank Dunia, PT Sampoerna, Buka erta sejumlah lembaga swasta lainnya. Tahun 2018, Desmigratif akan dikembangkan pada 130 desa kantong TKI yang lain, dan 150 desa pada 2019.[san]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya