Berita

Joko Widodo-Sheikh Tamim/Net

Jaya Suprana

Melestarikan Persahabatan Indonesia-Qatar

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 12:24 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA siang hari 18 Oktober 2017, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani tiba di Istana Bogor, Jawa Barat untuk berjumpa dengan Presiden Joko Widodo.

Agenda

Sejumlah agenda dilakukan oleh Emir Qatar di istana kepresidenan Indonesia yang dibangun pada tahun 1744 itu antara lain diskusi beranda, pertemuan bilateral, penandatanganan nota kesepahaman serta pernyataan pers bersama.


Selain itu, Sheikh Tamim juga menanam pohon eboni atau kayu hitam Sulawesi di halaman belakang istana yang menghadap ke Kebun Raya Bogor sebagai tanda persahabatan kedua negara.

Lawatan Emir Qatar ke Indonesia merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Jokowi mengunjungi negara di kawasan Teluk itu pada September 2015.

Dalam kunjungan Emir Qatar ke Indonesia, Sheikh Tamim juga membawa serta 43 delegasi bisnis dari negaranya untuk menghadiri forum bisnis di Jakarta bersama 150 pengusaha Indonesia.

Pertemuan bisnis tersebut diharapkan dapat meningkatkan hubungan ekonomi di sejumlah sektor yaitu energi, investasi, perdagangan, kesehatan, pemudan dan olahraga serta kebudayaan dan penerbangan komersial.

Luar Biasa

Pertemuan dua kepala negara pada hakikatnya merupakan peristiwa yang lazim maka biasa-biasa saja. Namun pertemuan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dengan Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo di Istana Bogor 18 Oktober 2017 merupakan suatu pertemuan luar biasa yang perlu diperhatikan secara khusus.

Bahwa pertemuan resmi dua kepala negara di Indonesia tidak seperti biasa diselenggarakan di Istana Negara Jakarta tetapi di Istana Bogor merupakan indikasi bahwa Presiden Indonesia ingin menyambut kunjungan Emir Qatar tidak secara biasa namun memang secara luar biasa.

Penanaman pohon kayu hitam Sulawesi di halaman belakang istana yang menghadap ke Kebun Raya Bogor nan legendaris ke segenap pelosok dunia bagi para pencinta alam sebagai lambang persahabatan kedua negara merupakan pertanda bahwa Presiden ingin mengabadikan persahabatan Indonesia-Qatar seperti dahulu Presiden Soekarno mengabadikan persahabatan Indonesia-Korea Utara dengan memberi nama sejenis bunga angrek: Kim Il Sung yang sampai masa kini begitu melekat di lubuk sanubari rakyat Korea Utara.

Kekal Abadi

Entah kebetulan atau tidak, namun fakta membuktikan bahwa pertemuan Presiden Jokowi dan Qatar Emir di Istana Bogor diselenggarakan pada masa Qatar sedang sengit berseteru dengan Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Maka dapat ditafsirkan bahwa pertemuan Presiden Indonesia dengan Emir Qatar merupakan bukti bahwa Indonesia bersimpati kepada Qatar.

Di samping semua itu, terkesan bahwa Presiden Jokowi bersemangat melanjutkan gelora semangat gerakan negara non blok bebas aktif tanpa keberpihakan ke blok ideologi politik mana pun di planet bumi yang di masa lalu sempat dikobarkan oleh Presiden Soekarno pada masa dunia sedang gemetar menggigil cemas akibat Perang Dingin antara Amerika Serikat versus Uni Sowyet.

Insya Allah, persahabatan Indonesia-Qatar akan bertahan tak lekang dimakan angkara murka zaman sehingga lestari kekal abadi sepanjang masa. [***]

Penulis adalah pembelajar geopolitik dan pendamba perdamaian dunia

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya