Berita

Foto/Net

Nusantara

Din: Pilkada Rentan Disusupi Isu Agama

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 09:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan ber­langsung serentak pada ta­hun 2018 rentan dipolitisasi dengan isu-isu agama yang berpotensi mengancam keru­kunan beragama.

Hal itu disampaikan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin usai berau­diensi dengan Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Ignatius Suharyo di Jakarta, kemarin.

"Ada politik bersifat sek­tarian maka kerukunan sejati itu sulit terwujud," kata Din seperti dikutip Antara, ke­marin.


Din menyatakan, tahun politik memang berpotensi mengancam kerukunan antar umat beragama. Faktor politik, kata dia, merupakan faktor non-agama yang ser­ing memicu rusaknya keru­kunan beragama di tengah masyarakat, selain faktor ekonomi dan kesenjangan sosial.

Untuk itu, Din mengajak umat beragama agar sal­ing memperkuat kesadaran kolektif Indonesia sebagai bangsa yang besar dan ber­satu meski memiliki latar belakang berbeda.

"Bayangan saya dan kita semua kerukunan itu bisa semakin terganggu dan berat seiring tahun politik. Maka kita harus segera tarik umat kita masing-masing kepada kesadaran kolektif bahwa kita beda agama, suku, ada perbedaan di antara kita tapi banyak persamaan di antara kita," kata dia.

Bekas Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu mengajak masyarakat terus mengedepankan persamaan sesama anak bangsa, bukan mem­pertajam perbedaan apabila nantinya sudah memasuki pesta demokrasi dalam pemi­lihan umum.

"Maka persamaan-persa­maan itu kita kembangkan, perbedaaan kita halangi," katanya.

Din menekankan, perbe­daan yang ada di masyarakat terutama dari aspek agama seharusnya menjadi pen­dukung demokratisasi di tengah masyarakat. Akan tetapi, demokratisasi itu bisa terwujud jika proses Pilkada sebagai ajang pesta demokra­si tersebut berjalan secara obyektif dan adil.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) akan berk­oordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi Pilkada 2018. Koordinasi ini untuk menekan angka ujaran ke­bencian atau hate speech terhadap pasangan calon kepala daerah.

"Kita harus mengantisi­pasi hate speech di Pilkada 2018. Saya berkoordinasi, komunikasi pada pihak-pihak penyelenggara pemilu, KPUlah. Bukan KPU-nya, tapi lebih kepada Bawaslu, untuk mengurangi (tindak hates peech)," kata Menkominfo Rudiantara di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Rudi, ujaran kebencian secara kuantitas menurun saat ini. Tepatnya sejak momen Pilkada 2017 berakh­ir. "Kalau saya lihat, setelah pilkada di beberapa tempat kemarin, konten ujaran kebencian secara kuantitas menurun," ujarnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya