Berita

Gedung Manulife/net

Hukum

Besok, Manulife Indonesia Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

SELASA, 31 OKTOBER 2017 | 15:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Karena dianggap tidak mempunyai niat baik memenuhi kewajibannya, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia akan dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, besok (Rabu 1/11).

Pelapornya adalah Kantor Hukum Husendro & Rekan yang mewakili klien mereka, Johan (65). Johan adalah Penerima Manfaat Pertanggungan 100 Persen dari Polis Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Nomor 4263400089 atas nama S.K Johny.

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia diduga telah merugikan kepentingan Johan selaku konsumen dan diduga keras telah melakukan tindak pidana konsumen sebagaimana diatur dalam pasal 8 ayat 1 huruf (f), Pasal 10 huruf (c), dan Pasal 18 juncto Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 63 huruf (f) UU RI 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.


Awal perkara ini adalah ketika terbit Polis Asuransi Jiwa Manulife atas nama S.K Johny pada 30 Oktober 2014 dengan ketentuan pembayaran premi per tahun sebesar USD 27.664 dan uang pertanggungan sebesar USD 500.000. Hampir dua tahun kemudian, tepatnya hari Selasa 11 Oktober 2016 pukul 02.00 WIB di rumahnya, S.K Johny wafat. Almarhum meninggalkan dunia tanpa memiliki istri atau anak.

Johan sendiri kakak dari almarhum. Selaku ahli waris, pada 17 Oktober 2016, Johan mendatangi Kantor PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia di Sampoerna Strategic Square, South Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, untuk mengurus kepentingan pengajuan klaim asuransi. Johan memenuhi seluruh persyaratan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Ketentuan Umum Polis Pasal 10 ayat 10.2, huruf a juncto UU 40/2014 tentang Perasuransian.

"Manulife Indonesia menolak klaim klien kami. Satu tahun ini klien kami memperjuangkan haknya tanpa hasil. Alasan Manulife, ada masalah dengan laporan keuangan pemegang polis (S,K Johny). Manulife meminta syarat yang mustahil bisa dipenuhi oleh klien kami sebagai ahli waris," terang kuasa hukum Johan, Husendro, kepada redaksi beberapa waktu lalu.

Husendro dan rekan-rekannya sempat mengirimkan surat somasi bernomor 130/HNR-LAW/X/2017 pada 12 Oktober 2017, yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Kala itu, pihaknya memberi waktu tujuh hari kepada Manulife Indonesia untuk memenuhi kewajibannya.

Lalu, pada 26 Oktober 2017, Manulife pun mengirimkan surat jawabannya atas somasi tersebut melalui surat nomor 015/LC/MI/X/2017 perihal tanggapan atas somasi/peringatan beneficiary polis nomor 4263400089. Intinya, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia tetap menolak klaim yang diajukan Johan tanpa menjelaskan alasan penolakan yang lebih rinci. Bahkan, secara sepihak tanpa izin Johan, Manulife telah melakukan pengiriman sejumlah uang ke rekening pribadi Johan.

Berdasarkan kronologis di atas, tim kuasa hukum Johan bermaksud melaporkan Direktur Utama, Direksi dan atau pegawai lainnya dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia atas dugaan tindak pidana perlindungan konsumen.

"Manulife telah mempersulit dan atau menolak klaim asuransi yang diajukan klien kami sebagai konsumen," tegasnya.  [ald]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya