Berita

Rizal Ramli/Net

Nusantara

Uda Rizal Ramli Manyilau Kampuang

SELASA, 31 OKTOBER 2017 | 08:31 WIB

TERMINOLOGI Manyilau agak berbeda dengan Mancaliak. Mancaliak hanya sekedar melihat-lihat sedangkan Manyilau tidak hanya sekedar melihat, lebih dalam lagi memperhatikan apa-apa kekurangan yang terjadi dan wajib menambahkan, membantu kekurangan-kekurangan tersebut.

Awalnya Manyilau dari jauh baru mendatangi guna menambahkan apa-apa yang harus ditambahkan atau diperbaiki khususnya secara kualitas.

Ini adalah bentuk tanggung jawab lelaki Minangkabau yang memegang teguh filosofi  Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).  Seorang lelaki Minangkabau sejak kecil dididik bertanggung jawab kepada anak kamanakan serta lingkungan sosial. "Anak dipangku, Kamanakan dibimbiang, Urang Kampuang dipatenggangkan" baik terhadap lingkungan di wilayah tempat kediamannya dan terhadap kampung halamannya. Rasa tanggung jawab ini juga mengalir pada diri ekonom kaliber dunia yang pernah beberapa kali duduk di kabinet pasca Reformasi serta pernah menjadi penasihat ekonomi PBB.


DR. Rizal Ramli bukan hanya milik masyarakat Minangkabau namun beliau juga milik masyarakat Nusantara Indonesia dan dunia sebagaimana halnya dengan Bung Hatta. Beliau adalah Bung Hatta masa kini dengan Ekonomi Kerakyatannya. Dalam rangka mengamalkan pengetahuannya dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan DR Rizal Ramli tokoh pergerakan, Menko Perekonomian era Gusdur manyilau kampuang halamannya yaitu Ranah Minangkabau pada tanggal 5 dan 6 November 2017 ini. Beliau akan manyilau kampuang sehari sesudah beliau memberikan kuliah umum di beberapa perguruan tinggi di Kota Medan.

Di Ranah Minangkabau Uda Rizal Ramli demikian beliau dipanggil di Ranah Minang akan berdiskusi mengenai kebangkitan ekonomi kerakyatan dengan Komunitas Selaras Alam yang menaungi para petani dan nelayan di Ranah Minangkabau, serta akan berdialog terbuka dan interaktif dengan masyarakat Minangkabau baik yang berada di Ranah maupun Rantau guna membangkitkan kembali Sociopreneurship masyarakat Nagari yang berazaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional.'*

Dalam dialog terbuka ini selain Uda Rizal yang menjadi narasumber mewakili Kaum Cadiak Pandai, juga Ketua Karapatan Niniak Mamak Minangkabau yaitu Inyiak Mishar Dt. Mangkuto Sapuluah, dan Buya Gusrizal Gazahar mewakili Kaum Alim Ulamo. Dialog Terbuka ini diadakan di Masjid Jami' Sabar Nagari Simarasok Kecamatan Baso Kabupaten Agam. Simarasok adalah Nagari yang pernah menjadi Desa Terbaik Tingkat Nasional pada tahun 2011.

Kedua acara akan berlangsung pada hari pertama acara Rizal Ramli Manyilau Kampuang. Dialog diharapkan Hak Asal Usul Masyarakat Hukum Adat Minangkabau dapat terimplementasi dengan baik dan benar sesuai dengan Undang Adat Minangkabau hasil Baiah Marapalam 1403M melalui Perubahan Perda. Provinsi tentang Nagari yg sampai saat ini belum berubah sejak dikeluarkannya UU No.6 Th.2014 tentang Desa.

Pada hari kedua Uda Rizal Ramli Manyilau Kampuang akan memberikan kuliah umum di IAIN Batu Sangkar dengan tema "Peluang dan Tantangan Ekonomi Islam Indonesia dalam Konstelasi Politik Ekonomi", dan di Universitas Andalas dengan tema "Sinergitas Sociopreneurahip antara Ranah dan Rantau yang berbasis Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah."

Selesai memberikan kuliah umum di Unand, Uda Rizal Ramli beserta rombongan kembali ke Jakarta guna mempersiapkan dialog-dialog serta kuliah umum ke berbagai daerah dan perguruan tinggi di Nusantara guna membangkitkan ekonomi kerakyatan yang selama ini dipasung oleh ekonomi neolib. [***] 

Tuanku Herman JRM
(Ketua Institut Alam Minangkabau)

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya