Berita

Foto: Istimewa

Bisnis

Buku Irsyad Bukti Pertumbuhan Koperasi Indonesia Kualitasnya Baik

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 21:29 WIB | LAPORAN:

Majalah Peluang meluncurkan buku '100 Koperasi Besar Indonesia 2017' di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin (30/10).

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Agus Muharram, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah Peluang Irsyad muchtar.

Lalu Deputi bidang Kelembagaan Meliadi Sembiring, Perwakilan 100 Koperasi besar, Direktur PT Dua Visi Yuni Hegarwati, Direktur Utama LLP-KUKM Emilia Suhaimi, Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo.


Menurut Deputi bidang kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring, pihaknya sudah memiliki program revormasi total koperasi, yang meliputi rehabilitasi dan reorientasi. Program tersebut guna menunjang pertumbuhan koperasi yang berkualitas.

"Revitalisasi itu intinya bagaimana kita menempatkan koperasi kembali ke jalur yang benar. Jadi kita membina koperasi-koperasi, kita benahi, yang kita sebut pertama adalah penataan data koperasi. Disitu kita sudah membubarkan koperasi yang tidak aktif. Supaya kedepan semua koperasi yang aktif yang kita bina, itu rehabilitasi," jelas Meliadi.

Kedua, tambahnya, yaitu reorientasi. Kata dia, pihaknya berusaha mencari cara bagaimana mengarahkan koperasi yang tadinya kuantitas menjadi kualitas.

"Jadi kita mengarahkan koperasi-koperasi ini ke arah yang berkualitas. Koperasi-koperasi ke depan harus mampu mengembangkan koperasinya dengan mengutamakan kualitas," jelasnya.

Peluncuran buku 100 koperasi tersebut bertujuan untuk menunjukan koperasi yang kualitasnya baik di tingkat nasional. "Ini adalah suatu kegiatan yang menunjukkan bahwa koperasi di Indonesia ini banyak  yang berkualitas," jelasnya.

Penulis buku '100 Koperasi Besar Indonesia 2017', Irsyad Muchtar, berpendapat senada. Menurut dia, berdasarkan hasil survei yang dilakukannya selama dua tahun terakhir, bisnis koperasi skala besar terus tumbuh di berbagai daerah di tanah air. Menariknya, koperasi berskala justru berkembang di kota-kota yang terbilang relatif kecil.

Irsyad menerangkan, koperasi saat ini sudah  banyak dipimpin oleh kaum muda berusia 24,6 tahun. Selain itu, kemampuan koperasi untuk tanggap dengan perubahan teknologi yang berkembang kini juga menggembirakan.

"Hampir semua koperasi besar,  kini familiar dengan teknologi informasi. Bahkan banyak koperais yang membangun jaringan usahanya berbasis digital dan melakukan transaksi online, sebagaimana layaknya perbankan," pungkas Irsyad yang juga Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah Peluang ini.

Dalam acara ini, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga juga menyerahkan piagam dan tropi kepada sejumlah koperasi besar yang kinerjanya dianggap menonjol. Sebanyak 13 koperasi mendapat penghargaan sebagai pengelola Aset Terbesar, Volume Usaha Terbesar, CSR Terbaik dan IT Terbaik.

Sebagai Ketua Pelaksana acara Launching buku '100 Koperasi Besar Indonesia 2017', Yuni Hegarwati mengungkapkan, ini merupakan ketiga kalinya buku tersebut diterbitkan, dan dapat menjadi referensi dalam memahami bisnis.

"Melakukan kunjungan ke berbagai koperasi besar dan hasilnya adalah sebagaimana yang kita saksikan. Ini juga berkat kerja sama yang baik dengan beberapa pihak," kata Yuni.

Adapun 13 koperasi penerima penghargaan tersebut diantaranya adalah Kopdit Lantang Tipo,KSPPS UGT Sidogiri, Koperasi Setia Bakti Wanita Surabaya,  Kisel Jakarta, Kospin Jasa Pekalingan Jawa Tengah, Koperasi Pusat Susu Bandung Utara Lembang, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, Koperasi Astra Internasional, Koppas Srinadi, Kopdit Keling Kuman Sintang Kalbar, Koperasi Agro Niaga Jabubg Malang Jawa Timur, Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama Bogor Jawa Barat, Healthcare Mandiri Jakarta.

"Ke depan itu kita mengharapkan agar koperasi bisa lebih aktif dalam penyaluran KUR. Sebagaimana pemerintah telah memberikan bantuan subsidi untuk bunga dan juga 70 persen dari penjaminan," demikian Meliadi. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya