Berita

Ilustrasi/net

Jaya Suprana

Alasonologi Masyarakat Sunda Gemar Lalapan

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 17:53 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA beruntung  dapat bersahabat dan berguru kebudayaan makanan tradisional Nusantara pada tokoh gastronomi Nusantara, Indrakarona Ketaren. Dari Mas Indra saya antara lain mempelajari alasanologi masyarakat Sunda menggemari makanan lalapan.   

Antropologis
Menurut Mas Indra , secara antropologis makanan memiliki makna-makna simbolik yang jauh lebih dalam ketimbang sekadar pemenuh kebutuhan sehari-hari.

Kebudayaan merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Kebudayaan merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Kebanyakan orang kerap menganggap kebudayaan yang kerap disingkat menjadi "budaya" sekadar terbatas sama dengan kesenian, terutama kesenian tradisional, padahal kesenian merupakan hanya suatu bagian kecil dari kebudayaan

Kebudayaan
Rimbo Gunawan, pengampu mata kuliah "Makanan dan Kebudayaan" di program studi antropologi Universitas Padjadaran menjelaskan: sesuatu yang dianggap makanan oleh satu kebudayaan belum tentu dianggap makanan juga oleh kebudayaan yang lain.

Setiap kelompok mengatur makanan mereka berdasarkan aturan kebudayaan masing-masing. Aturan itu bisa didasari berbagai macam hal seperti keyakinan, sejarah, dan lain-lain. Konsekuensinya paradoksal: di satu sisi makanan bisa mengkotak-kotakkan, tapi di sisi lain makanan juga bisa menjadi pemersatu.

Dari  80 jenis makanan Sunda, lebih dari 65 persen di antaranya ialah tumbuh-tumbuhan. Kegemaran masyarakat Sunda makan lalap sejalan dengan kebudayaan yang mengutamakan harmoni manusia dengan alam.

Penanda kebudayaan Sunda yang berjaya selama 900 tahun, adalah Sad Rasa Kemanusiaan atau enam aspek nilai kemanusiaan Sunda yaitu moral manusia terhadap Tuhan, moral manusia terhadap pribadinya, moral manusia dengan sesama manusia, moral manusia terhadap waktu, moral manusia terhadap alam, dan moral manusia terhadap kesejahteraan lahir batin.

Ekologis

Mas Indra memberi pembelajaran bagi saya bahwa kebudayaan Sunda menuntut manusia senantiasa wajib menjalin hubungan baik dengan segenap ciptaan Tuhan lainnya. Tidak hanya dengan sesama manusia, tapi juga dengan satwa, tumbuh-tumbuhan dan alam lingkungan. Semua itu memperjelas bahwa masyarakat Sunda memang hidup menyatu dengan alam.

Kebiasaan mengkonsumsi lalap hanya salah satu pantulan dari falsafah hidup tersebut. Pehuma Sunda mengenal pembagian tanaman berdasarkan untuk siapa tanaman itu ditanam. Dalam proses bertani yang berlangsung selama kurang lebih enam bulan itu mereka juga menyempatkan diri menanam tumbuh-tumbuhan untuk dimakan hewan-hewan yang tinggal di kawasan tersebut dan yang berguna dalam merawat ekosistem. Contohnya, dekat sumber air atau tampias, pehuma kerap menanam marémé karena tumbuhan itu mampu menahan air.

Kemauan dan kemampuan masyarakat Sunda mengenali alamnya merupakan buah dari keragaman ekologi yang hadir di tanah Sunda.

Penulis adalah Pendiri Pusat Studi Alasanologi dan pembelajar kebudayaan Nusantara


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya