Berita

Net

Nusantara

Kemenaker Bentuk Tim Evaluasi Keselamatan Pabrik

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 12:59 WIB | LAPORAN:

Kementerian Ketenagakerjaan membentuk Tim Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan-perusahaan yang menggunakan bahan berbahaya, untuk mencegah terulangnya insiden seperti di pabrik kembang api di Tangerang, Banten.

"Tugas tim ini adalah memastikan pemenuhan standar K3 di industri yang menggunakan bahan berbahaya," ujar Menaker M. Hanif Dhakiri kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/10).

Hanif sendiri telah melakukan peninjauan ke lokasi pabrik kembang api pada Minggu kemarin (29/10), didampingi Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dan Kapolres Tangerang Kombes Harry Kurniawan.


Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan terdapat dugaan kuat pelanggaran K3 di pabrik milik  PT Panca Buana Cahaya Sukses tersebut.

"Tidak terpenuhinya standar K3 di pabrik itu, seperti tidak adanya jalur evakuasi, tidak memadainya sarana dan prasarana K3 di pabrik, dan lain sebagainya," papar Hanif.

Selain itu, pelanggaran lain seperti adanya pekerja anak di bawah umur, tidak mendaftarkan seluruh pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Lalu masalah kontrak kerja, dan pengupahan. Diketahui, hanya 27 orang dari total 103 pekerja yang didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hanif menegaskan bahwa pengawas ketenagakerjaan akan melakukan penyelidikan secara tegas dan profesional terkait pelanggaran perusahaan terhadap norma-norma K3 dan norma ketenagakerjaan lainnya.

"Tak ada kata main-main untuk pelanggaran ketenagakerjaan. Apalagi menyangkut nyawa dan nasib pekerja," demikian Hanif. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya