Berita

Foto/Net

Nusantara

Pertanian Butuh Densus Anti Hama

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 08:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tak hanya Detasemen Khusus Anti Terorisme (Densus Anti Teror) dan Detasemen Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) yang harus hadir, tapi Indonesia juga perlu Densus Anti Hama.

Sebab pertanian dan para petani Indonesia kini terus-terusan dihajar hama sebagai teror yang meruntuhkan sektor pertanian. Hal ini dinyatakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga bekas Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Saat ini, ujarnya, petani Indonesia sudah kian menyusut dan redup. Kondisi itu, nilai Moeldoko, akan sangat berbahaya bagi masa depan bangsa. Sebab, kebu­tuhan pangan tidak pernah ber­henti. Ketahanan dan kedaulatan pangan bisa jadi ancaman serius saat ini, bila petani dan pertanian Indonesia tidak dibenahi dengan sungguh-sungguh.


"Jumlah petani Indonesia kian kecil. Perlahan, tak ada lagi generasi muda yang mau jadi petani," ujarnya, saat menjadi pembicara Serial Dikusi Indonesia Rumah Kita, Menyambut Sumpah Pemuda, di Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Dalam dikusi yang dihadiri ra­tusan elemen kaum muda itu juga hadir sebagai pembicara senior Golkar Akbar Tanjung, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mayjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, bekas Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora)/ Kwartir Nasional Pramuka Dr Adhyaksa Dault, Wakil Gubernur Sumatera Utara Brigjen TNI (Purn) Dr Nuhajizah Marpaung, Wakil Bupati Halmahera Selatan Ihwan Hasim.

Menurut Moeldoko, ruang dan lahan serta kemampuan petani Indonesia kian sempit dan sulit. Seharusnya, masyarakat dan anak-anak muda bisa memiliki kesempatan besar untuk menjadi petani yang sukses.

"Jika anak-anak muda hendak berperan mewujudkan petani dan nelayan yang sejahtera, ban­yak peluang. Saya mau mengajar dan mengajak anak-anak muda bertani yang lebih bagus dan lebih sejahtera," ujarnya.

Awalnya dia terjun ke dunia pertanian, aku Moeldoko, setelah pensiun dari Panglima TNI. Dia melihat ada ancaman besar bagi Indonesia, jika petani dan perta­nian tidak dikembangkan dengan baik. Ancaman kelaparan, barang-barang impor pertanian dan bahan makanan, serta disintegrasi bang­sa jika ketahanan dan kedaulatan pangan tidak diwujudkan.

Bagi dia, persoalan sektor pertanian bukan hanya urusan lahan yang kian menyusut, atau ketidakmampuan masyarakat, tetapi ada juga persoalan budaya dan teknologi yang tidak sinkron selama ini.

"Teknologi harus bisa kita hubungkan dengan kultur kepada masyarakat, agar pertanian kita tidak stagnan atau mati. Dengan teknologi dan kultur bertani yang berkembang,mestinya petani akan maju dan sejahtera," tutur Moeldoko.

Buktinya, lanjut dia, setelah dirinya menjadi Ketua Umum HKTI, ada sejumlah pengem­bangan teknologi dan kultur yang dia kembangkan. Seperti kemandirian melakukan pem­bibitan atau benih padi.

Moeldoko mengaku, jenis padi temuannya yang diberinama M-400 dan M-700 misalnya, adalah hasil pengembangan ilmu pengetahuan oleh para sarjana pertanian bersama masyarakat petani.

"Benih padi jenis M-700 itu, dalam waktu 700 hari, bisa meng­hasilkan padi yang berkualitas ba­gus dan hasil panen yang besar," ujarnya.

Selain itu, dia juga memperke­nalkan Teknologi Moeldoko, yakni teknologi pertanian untuk mengembangkan pemberantasan terhadap hama pertanian. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya