Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

PILKADA SUMSEL 2018

Elektabilitas Herman Deru Hampir Kesalip Dodi

MINGGU, 29 OKTOBER 2017 | 23:40 WIB

Menjelang perhelatan Pilkada Serentak Sumatera Selatan, atmosfer politik di Bumi Sriwijaya terus meningkat.  Manuver eIit politik dalam tahapan Pemilu Rekom, menjadikan popularitas, likeabilitas dan elektabiitas kandidat cagub dan cawagub saling berkejaran.

Terkini, hasil Survei Ipol Indonesia menunjukkan elektabilitas Herman Deru makin tipis selisihnya dan berpotensi dikejar Dodi Reza dan Ishak Meki.

Trend pengenalan popularitas kandidat masih menjadi aktivitas yang dilakukan oleh para calon gubernur. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari banyaknya baliho bacagub yang terpasang di sejumlah daerah.


“Aksi marathon melakukan publikasi besar-besaran ini mengindikasikan bahwa kandidat masih belum mendapatkan tempat di masyarakat. Mereka mungkin visible (terlihat) namun belum available (hadir)” ujar Petrus Hariyanto, CEO IPOL Indonesia, seperti diberitakan RMOLSumsel.com, Minggu (29/10).

Dalem rentang waktu 10 -20 Oktober 2017, IPOL Indonesia melakukan Survei / jajak pendapat dan sosialisasi pengenalan kepada warga sumatera Selatan. Survei ini digelar di 17 Kabupaten Kota di Sumsel, dengan sampel 800 responden, Metode Multistage Random Sampling dan memiliki Toleransi Kesalahan (Margin of Error MoE) Sekitar 3,46 persen pada Tingkat Kepercayaan 95 persen.

Hasil survei menunjukkan Responden yang mengetahui tentang kandidat masih di dominasi oleh foto di Baliho sebanyak 32,5 persen. Pada sesi pertanyaan tentang siapa yang bakal maju di Pilgub Sumsel. Publik masih menyebut nama-nama lama seperti Herman Deru, Ishak Mekki. Nama Dodi Reza dan Aswari juga di sebut oleh publik, karena mengetahui keduanya Iewat baliho yang terpasang.

Petrus mengatakan, popularitas kandidat menjadi point penting survei karena IPOL memandu figur. Hasilnya, Ishak Mekki menduduki popularitas teratas, disusul Herman Deru, Dodi Alex Reza, Syahrial Osman, Aswari dan Giri Ramanda.

Sementara itu, tingkat kesukaan publik terhadap kandidat di dominasi oleh Herman Deru disusul Aswari, Syahrial Oesman, Dodi Reza, Edi Santana, Ishak Mekki, Giri Ramanda, Susno Duadji, Mawardi Yahya, Mularis Djahri. dan Antasari‘ Azhar.

Jika dilihat dari hasil survei. popularitas lshak Mekki cukup tinggi namun tingkat keterpilihan jauh di bawah kandidat Iain. Potensi kemunculan kandidat baru juga sangat tinggi, nama Aswari dan Dodi Reza menjadi sosok yang disukai publik, namun elektabilitasnya masih rendah.

Lanjut dikatakannya, jika Pilgub di gelar hari ini. Siapa yang menang? Pertanyaan ini dijawab publik dengan memilih Herman Deru sebanyak 15 persen. Disusul Dod1Raza 13.37 persen, Ishak Mekki 11.09 persen, Aswari Riva 7.65 persen. Syahrial Oesman 4,45 dan Giri Ramanda 3.23 persen.

Potensi publik yang belum menenentukan pilihan masih sangat tinggi 14,13 persen. tidak memilih (golput) 7.33 persen. Sedangkan yang merahasiakan pilihan sebesar 2.31 persen.

Survei juga di gelar untuk memilih potensi kandidat wagub, Sejumlah nama seperti Herman Deru. lshak Mekki, Aswari dan Giri Ramanda menjadi nama taratas jika pilgub manentukan keempat kandidat ini untuk saling berpasangan.

"Ada potensi untuk kandidat saling berpasangan, misalnya Herman Deru-Aswari. Dodi Reza-Giri Ramanda, atau lshak Mekki- Aswari hingga Dodi Reza- Herman Deru," ujarnya.

Menurutnya, publik menginginkan sosok merakyat, program bagus dan Bebas korupsi.

Petrus menambahkan, potensi kedekatan kandidat dengan rakyat masih menjadi faktor utama dari masyarakat dalam menentukan pilihan. Disusul oleh faktor Program yang bagus, kinerja yang baik, jujur. cerdas dan bersih dari KKN. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya