Berita

Kawasan Bukit Duri/Net

Jaya Suprana

OPINI JAYA SUPRANA

Syukur Alhamdulillah, Anies-Sandi Menepati Janji

JUMAT, 27 OKTOBER 2017 | 10:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBENARNYA saya sudah terbiasa atau terpaksa membiasakan diri untuk pasrah menerima kenyataan pahit bahwa di gelanggang kemelut politik masa kini, seorang pejabat tinggi atau politikus sejati senantiasa bahkan niscaya mengingkari janji-janji yang diobral di masa kampanye pemilihan umum agar dirinya dipilih oleh rakyat untuk duduk di tahta singgasana kekuasaan.

Amnesia

Saya sudah terbiasa bahwa setelah terpilih rakyat, lazimnya para penguasa menderita penyakit amnesia maka total lupa terhadap janji-janji yang diobral di masa kampanye pemilu sehingga leluasa mengingkari segenap janji dirinya.


Mengingkari janji dan mengkhianati rakyat seolah sudah bukan hanya kebiasaan namun bahkan menjadi semacam kebanggaan dan kebahagiaan bagi seorang panguasa.

Mereka yang tidak mengingkari janji serta mengkhianati rakyat malah dianggap sebagai penguasa yang tidak punya kewibawaan akibat lemah mental alias penakut atau pengecut.

Makin ingkar janji dan makin khianat rakyat justru makin meningkatkan pamor sang pengingkar dan pengkhianat sebagai seorang penguasa perkasa pemberani yang tanpa berkedip tega hati mengorbankan rakyat demi kepentingan golongan, kelompok, parpol, keluarga dan terutama diri sendiri.

Ragu

Wajar, semula saya meragukan Anies Baswedan dan Sandiawan Uno akan menepati janji-janji mereka obral di masa kampanye Pilkada Jakarta 2017.

Terutama janji tidak akan menindas wong cilik dengan menatalaksanakan program pembangunan infrastruktur yang digelorakan oleh Presiden Joko Widodo secara sempurna serta paripurna melanggar hukum, HAM, Pancasila, agenda Pembangunan Berkelanjutan serta Kontrak Politik 15 September 2012 Ir. Joko Widodo dengan rakyat miskin Jakarta semisal yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap warga Bukit Duri pada hari naas 28 September 2016.

Saya langsung merasa cemas Pemprov Jakarta akan naik banding terhadap keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 25 Oktober 2017 bahwa Pemerintah DKI Jakarta wajib memberikan ganti rugi bagi setiap warga Bukit Duri tergusur yang menggugat penggusuran secara sempurna melanggar hukum dan HAM yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta 28 September 2016.

Maka pada saat kebetulan berjumpa Wagub Sandiaga Uno di pergelaran kesenian Betawi di TIM pada malam hari 25 Oktober 2017 saya langsung memohon agar Wagub Sandi untuk tidak melakukan naik banding terhadap keputusan Majelis Hakim PN Jakpus petang hari sebelumnya.

Keliru

Ternyata kali ini saya keliru. Keraguan dan kecemasan saya sia-sia belaka sebab keesokan harinya, 26 Oktober 2017 ketika saya sedang berbicara pada seminar industri berbasis pengetahuan di Universitas Indonesia saya menerima kiriman berita dari Aylawati Sarwono bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Pemerintah DKI Jakarta tidak akan melakukan naik banding terhadap keputusan Majelis Hakim PN Jakpus bahwa Pemprov DKI Jakarta wajib memberikan ganti rugi terhadap rakyat tergusur yang sesuai penegasan pribadi Presiden Jokowi kepada saya di Istana Negara pada bulan Ramadhan 2017 bahwa beliau TIDAK membenarkan pembangunan infrastruktur dengan melakukan penggusuran tanpa ganti rugi kepada rakyat tergusur.

Ragu dan cemas makin lenyap ketika pagi hari 27 Oktober 2017 dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan Gubernur Anies dan Wagub Sandi di serambi depan kantor gubernur Jakarta tulus menerima puluhan warga Bukit Duri menghadap untuk memohon kepastian Anies-Sandi tidak akan menggunakan hak hukum naik banding demi mempersembahkan keadilan kepada rakyat miskin.

Doa Syukur

Langsung saya memanjatkan doa syukur kepada Yang Maha Kasih. Melalui naskah yang dimuat RMOL ini saya menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada Gubernur Anies dan Wagub Sandi telah membuktikan mereka berdua bukan pengkhianat rakyat dengan tidak ingkar janji tidak menindas rakyat yang telah memilih mereka berdua untuk memegang tampuk kepemimpinan pembangunan kota Jakarta tanpa mengorbankan rakyat Jakarta sesuai agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati oleh segenap anggota PBB termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan abad XXI di planet bumi termasuk Daerah Khusus Istimewa Jakarta. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya