Berita

Flyover Kosambi/KemenPU

Bisnis

Empat Flyover Dan Satu Underpass Di Jawa Tengah Diresmikan

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 04:13 WIB | LAPORAN:

Empat flyover dan satu underpass telah selesai dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Peresmian turut dihadiri oleh Bupati Brebes dan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Wilayah VII Semarang, Kementerian PUPR, Achmad Herry Marzuki di areal Flyover Dermoleng, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Rabu (25/10).

Empat flyover itu yakni Flyover Klonengan memiliki panjang 1.011 meter dan Kesambi 470 meter di Kabupaten Tegal. Flyover Kretek 830 meter, dan Dermoleng 650 meter di Kabupaten Brebes. Selain flyover, Gubernur Ganjar juga meresmikan Underpass Jatingaleh Kota Semarang dengan panjang 1.300 meter.

Penggunaan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP) telah mempercepat waktu pengerjaan khususnya pada flyover Klonengan. Disamping itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus memantau perkembangan pembangunan 4 flyover dengan sering turun langsung mengunjungi lokasi proyek.


"Saya cek langsung ke PT. Wijaya Karya Industri & Konstruksi di Cileungsi, Jawa Barat untuk mengecek kesiapan material baja dan box girder yang digunakan dalam pembangunan flyover Kretek untuk memastikan proses pengiriman dan pemasangan girder tepat waktu pada masa kritis H-7 jelang Lebaran 2017 lalu," kata Menteri Basuki.

Ditempat yang sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta warga ikut menjaga dan merawat kondisi jembatan dari aksi corat-coret. Ia juga menyarankan masyarakat yang mau corat- coret membuat seni mural di tembok flyover.

"Tolong jaga dan rawat keberadaan flyover tersebut. Jangan sampai ada tangan- tangan jahil yang melakukan corat- coret di tembok karena kondisinya sudah baik," kata Gubernur Ganjar.

Sementara Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Wilayah VII Semarang Achmad Herry Marzuki, mengatakan empat flyover itu dibangun dalam waktu yang singkat. Pembangunan keempat flyover tersebut sudah dilakukan sejak November 2016. Pengerjaannya sendiri dilakukan siang dan malam.

"Hanya butuh waktu selama tujuh bulan pembangunan. Tidak sampai satu tahun. Flyover Klonengan dan Dermoleng tepat waktu sekitar tujuh bulan. Kesambi agak molor satu bulan. Kretek juga agak tersendat karena masalah pembebasan lahan," kata Herry Marzuki.

Kehadiran empat flyover ini signifikan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sehingga dapat memangkas waktu tempuh dan biaya logistik.

Di jalur terebut, tedapat 72 kali perlintasan kereta api di hari biasa. Setiap kereta yang melintas membutuhkan waktu selama lima menit atau per harinya mencapai enam jam untuk penutupan jalan yang mengakibatkan antrian kendaraan.

Antrian semakin panjang pada musim mudik tiba, karena meningkatnya volume kendaraan dan peningkatan perlintasan kereta api menjadi sekitar 92 kali perhari atau lebih dari tujuh jam pemberhentian dalam sehari.

Selain untuk mempersiapkan jalur mudik, kehadiran flyover juga dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah Pantai Utara dan Pantau Selatan Jawa sehingga diharapkan bisa ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional dan nasional, khususnya mendukung arus distribusi barang dan logistik.

Flyover Dermoleng dilaksanakan oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk-CDI KSO dengan nilai kontrak Rp 64 miliar, Flyover Klonengan oleh kontraktor PT Hutama Karya dengan nilai kontraknya Rp 112 miliar, Flyover Kesambi oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 58 miliar dan Flyover Kretek dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 82 miliar.

Sebelum diresmikan, keempat fly over tersebut juga sudah digunakan pada musim mudik lebaran tahun 2017. Meski belum rampung, namun penyelenggaraan mudik berlangsung dengan aman, lancar dan sukses tanpa adanya laporan kecelakaan selama melewati flyover tersebut.[san/adv]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya