Berita

Menhan Ryamizard Temui James Mattis di Filipina/Foto: Istimewa

Nusantara

Menhan Ryamizard: AS Masih Investigasi Penolakan Panglima TNI

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 19:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu kembali bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerikat Serikat James Mattis di akhir kegiatan ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) di Clark, Filipina pekan ini.

Dalam pertemuan tersebut, Ryamizard dan Mattis sempat kembali membahas soal penolakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat untuk memenuhi undangan Kepala Staf Gabungan militer Amerika Serikat.

Insiden tersebut saat ini tengah dalam investigasi pemerintah Amerikat Serikat.


"Ya tadi Menhan Amerika Serikat menyampaikan bahwa masalah kasus gagalnya berangkatnya Panglima ke AS sedang diinvestigasi," jelas Ryamizard di Filipina, Rabu (25/10) seperti keterangan yang diterima redaksi.

Ia menambahkan bahwa investigasi sendiri memerlukan waktu sehingga belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak Amerika Serikat.

"Karena ini hubungan antara tentara jadi agak lama dan ini sedang di cari apa penyebabnya," tandas Ryamizard.

Menhan Ryamizard diketahui menghadiri acara ADMM Plus di Filipina ASEAN yang berlangsung mulai 22 sampai 25 Oktober 2017.

ADMM Plus merupakan Forum penukaran pandangan tentang isu-isu Pertahanan Keamanan, Regional dan Internasional.

ADMM-Plus sendiri merupakan bentuk perluasan kerja sama Pertahanan ADMM dengan melibatkan 8 Negara Mitra Catra ASEAN, yakni Amerika Serikat, Australia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Republik Korea (ROK), Selandia Baru, India dan Rusia. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya