. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuka Jambore Kebangsaan dan Wirausaha yang dihadiri ribuan peserta dari 15 organisasi mahasiswa dan pemuda Forum Cipayung Plus di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (25/10).
Dalam sambutannnya Tjahjo mengatakan, mahasiswa dan pemuda memiliki peran penting dalam mengatasi ketimpangan sosial di tengah masyarakat.
"Ketimpangan sosial menjadi salah satu tantangan bangsa saat ini. Saya pikir pemuda dan mahasiswa bisa berperan mengatasinya karena sejak awal memiliki komitmen yang sama daalam bernegara," ucap dia.
Menurut Tjahjo, ketimpangan sosial ini harus dicermati melalui kegiatan kebangsaan ke wirausahaan oleh semua elemen bangsa.
"Dulu tiga jargon, yakni sandang, pangan dan papan. Mungkin sandang sudah jelas. Tapi papan ini belum dipunyai oleh sebagian rakyat indonesia, yaitu rumah. Yang ketiga yaitu pangan, garam saja masih impor ini tantangan kita bersama," katanya.
Agar tiga hal ini bisa terwujud dengan baik, kata Tjahjo, peran mahasiswa dan elemen masyarakat yang lain harus bisa bergerak untuk mewujudkan hal itu.
Tjahjo pun mengapresiasi acara Jambore yang berlangsung dengan baik ini. "Pemerintah melihat dengan cermat Jambore telah menemukan inti makna strategi untuk menyatukan elemen di semua bidang. Sehingga lahir geliat ekonomi baru yang jadi modal terhadap kondisi Indonesia saat ini," tuturnya.
Politisi PDIP ini pun menambahkan, untuk mencapai ekonomi yang mandiri dan kejayaan, sebagai motor penggeraknya, maka Jambore pemuda dan mahasiswa sangat baik.
"Ini patut kami respon bahwa niat tulus pemuda dan mahasiswa dengan gotong royong membangun bangsa," ucap Tjahjo seraya berharap kegiatan itu bisa rutin dilakukan setiap tahun.
Organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan yang ikut terlibat diantaranya: PB HMI, PP KAMMI, PP HIMA PERSISI, PP GMKI, PP PMKRI, PB PMII, PP KMHDI, Presidium GMNI, PP GPII, Presidum Hikmahbudhi, PP HIMMAH Al-Washliyah, PB SEMMI, PB Pemuda Muslimin, PP IPTI, dan PP GEMA Mathla'ul Anwar.
[rus]