Berita

Nusantara

Program Kementerian PUPR Beri Akses Air Bagi 4,5 Juta Jiwa

SELASA, 24 OKTOBER 2017 | 21:59 WIB | LAPORAN:

Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah masyarakat di Indonesia yang mendapatkan akses aman air minum, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di perkotaan.

Upaya tersebut sejalan dengan Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui ketersediaan infrastruktur dasar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui untuk mencapai target 100 persen pelayanan air minum pada tahun 2019, perlu kerja keras bersama untuk mencapai target tersebut. Sejumlah tantangan dihadapi, diantaranya distribusi air minum diperkotaan melalui jaringan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum sebagai Badan Usaha Milik Daerah masih belum menjangkau seluruh warga terutama MBR. Meskipun PDAM memiliki kapasitas produksi yang belum terpakai.


PDAM belum memprioritaskan untuk melakukan investasi berupa pemasangan perpipaan ke hunian MBR, karena biayanya yang cukup besar, sementara minat MBR untuk menjadi pelanggan terkendala daya beli yang rendah.

Kementerian PUPR merespons masalah tersebut dengan upaya percepatan yakni Program Hibah Air Minum, program juga diharapkan bisa meningkatkan layanan air minum bagi masyarakat serta mendorong pemerintah daerah untuk secara konkret memberikan prakarsa dan tanggung jawab dalam penyediaan air minum.

"Mekanisme program hibah ini, Pemda merencanakan program secara mandiri dengan kapasitas yang mereka miliki, merencanakan target daerah prioritas, sehingga pelaksanaan sesuai dengan target pembangunan," kata Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo dalam lokakarya penyiapan pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan 2018 di Jakarta, Selasa (24/10).

Program Hibah Air Minum akan berkontribusi pada program 100-0-100 yang merupakan target 100 persen akses aman air minum, nol persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak yang dapat dipenuhi pada tahun 2019. Di sisi lain, juga membantu menyehatkan PDAM yang kurang sehat dan PDAM sakit.

Program Hibah Air Minum yang pelaksanaannya dimulai sejak 2012 telah membangun 927.200 Sambungan Rumah hingga tahun 2017.

"Sejak program ini dimulai pada 2012, sudah terbangun 927.000 SR dengan dana mencapai Rp 3,3 triliun di 212 kabupaten/kota dengan jumlah pelayanan bagi 4,5 juta jiwa MBR," jelas Sri.

Pada 2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dan Kementerian Keuangan menyiapkan alokasi Rp 800 miliar untuk program hibah air minum, yang terbagi menjadi Rp 650 miliar untuk Program Hibah Air Minum Perkotaan bagi 215.000 SR dan Rp 150 miliar untuk Program Hibah Air Minum Perdesaan bagi 75.000 SR.

Sedangkan, pada 2012 hingga 2016, Program Hibah Air minum menggunakan dana yang berasal dari hibah Australia dengan capaian 395.000 SR. Sementara sejak 2015 dimulai dengan APBN murni sebesar Rp 500 miliar, 2016 alokasi dana sebesar Rp 600 miliar, dan pada 2017 dana yang digulirkan sebesar Rp 750 miliar.

Ke depan, Program Hibah Air Minum diharapkan menjadi program andalan yang bisa berkolaborasi dengan program lain misalnya, Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan juga Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

"Kami mendorong terjadi keterpaduan infrastruktur, apalagi Program KotaKu misalnya program yang ada di setiap daerah. Jadi kelak bukan hanya drainasenya yang membaik namun juga ada akses air minum," demikian Sri. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya