Berita

Harnojoyo/RMOL Sumsel

Nusantara

Harnojoyo Mendapat Dukungan Penuh

SELASA, 24 OKTOBER 2017 | 19:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Palembang, sejumlah calon yang maju di ajang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota mulai menunjukkan eksistensinya. Berbagai cara dilakukan agar popularitas naik sehingga dapat berdampak pada elektabilitas.

Dari data yang berhasil dihimpun RMOL Sumsel, beberapa nama masuk dalam perhitungan berdasarkan kajian sejumlah lembaga survei. Namun, seperti apa dan siapa calon pemimpin yang paling diinginkan masyarakat untuk maju pada Pilkada Kota Palembang?

Pertama, ada nama Harnojoyo. Calon Walikota Palembang ini menjadi calon pemimpin yang paling populer di kalangan masyarakat Kota Palembang. Hal itu berdasarkan dari data beberapa lembaga yang berhasil dihimpun, seperti hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).


Dari kedua lembaga ini, nama pria yang sukses dengan program gotong royong serta safari subuh berjamaah ini menjadi Walikota yang paling diinginkan oleh masyarakat, berdasarkan kepuasan terhadap kinerja Walikota Palembang Petahana ini.

Bahkan, peneliti senior SMRC, Djayadi Hanan, menyampaikan, tingkat kepuasan terhadap Harnojoyo, masih menempatkannya pada posisi tertinggi sebagai kepala daerah.

"Angka kepuasan terhadap kepemimpinan Harnojoyo sebagai Walikota Palembang di angka 79 persen, dan jika Pilkada dilakukan sekarang maka nama Harnojoyo akan kembali terpilih kembali sebagai Walikota Palembang," jelasnya.

Untuk tingkat elektabilitas mantan pedagang ayam ini, meninggalkan posisi beberapa para pesaingnya, seperti nama Sarimuda yang sudah tiga kali mencalonkan diri sebagai Walikota Palembang.

"Dari hasil tiga nama yang kita ajukan ke masyarakat, nama Harnojoyo menempati posisi pertama dengan persentase 43,6 persen, Mularis Djahri 2 persen dan Sarimuda 32,4 persen. Alasan utama masyarakat dalam hal ini responden yang kita wawancarai adalah bukti nyata kerja dan Harnojoyo memiliki tempat teratas dengan persentase 27 persen, mengungguli Sarimuda dengan angka 3 persen," terangnya.

Kesuksesan Harnojoyo tersebut diketahui karena komitmennya dalam melaksanakan semua program. Termasuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan masyarakat.

Tidak hanya akan mendapat dukungan penuh masyarakat Kota Palembang, petahana Harnojoyo juga mendapat dukungan penuh dari hampir seluruh Partai Politik.

Saat ini diketahui sejumlah partai politik mulai mematangkan nama Harnojoyo untuk diusung menjadi calon Walikota Palembang pada Pilkada 2018. Pertama ada Partai Gerindra yang saat ini sudah mematangkan administrasi untuk memberikan dukungan, agar petahana dapat kembali melanjutkan pembangunan di Palembang.

Dukungan Gerindra ini adalah langkah dalam mendengar aspirasi masyarakat. Karena, dari hasil survei yang dilakukan pihaknya, nama Harnojoyo merupakan nama yang paling diinginkan masyarakat Palembang.

Hasil survei yang dilakukan Skala Survey Indonesia (SSI), dari pertanyaan terbuka atau top of mind 10 calon, Harnojoyo mendapat dukungan masyarakat sebesar 49,55 persen, sementara pesaingnya ada nama Sarimuda dengan dukungan 21,69 persen disusul nama Fitrianti Agustinda 5,45 persen.

Selanjutnya, ada nama Abdul Rozak sebesar 3,18 persen, Mularis Djahri 2,50 persen, Lury Eliza Alex Noerdin 1,36 persen dan beberapa nama lain.

Tidak hanya dari hasil survei SSI, hasil yang sama diberikan lembaga survey Rekode, yang biasa dipakai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Meski belum memberikan dukungan secara pasti, partai pemenang berlambang banteng ini diketahui sudah menerima hasil surveyiyang akan menjadi salah satu dasar untuk memberikan dukungannya.

Berdasarkan kajian lembaga tersebut, nama Harnojoyo menjadi tokoh yang paling dipanuti. Dari pertanyaan terbuka, nama tersebut mendapat persentase sebesar 34,9 persen, posisi kedua ada nama Alex Noerdin 12,3 persen, Eddy Santana Putra 7,7 persen dan posisi keempat Sarimuda 6,6 persen.

Sementara untuk calon Walikota yang diinginkan, nama Harnojoyo masih berada pada posisi puncak dengan besaran 64,2 persen dan nama Sarimuda tetap membayangi dengan besaran 34,6 persen.

Ketua Dewan Pimpinam Daerah (DPD) PDIP Sumsel, HM Giri Ramandha N Kiemas, membenarkan partainya tetap memakai Rekode.

"Sesuai Arahan DPP, kita pakai Rekode untuk survei," jelasnya.

Giri menerangkan, untuk menentukan dukungan pada Pilkada serentak 2018 mendatang, salah satu dasarnya adalah hasil survei berdasarkan petunjuk dari DPP.

"Kita belum dapat memastikan, karena untuk rekomendasi berdasarkan kajian teknis tim DPP berdasarkan masukan dari DPP dan survei," ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bendahara DPD PDIP Sumsel, Yudha Renaldi.

"Selain survei, ada psikotes dan fit and proper test yang harus diikuti oleh kandidat yang mendaftar di PDIP. Rekode adalah salah satu lembaga survey yang direkomendasi DPP," imbuhnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya