Berita

Rizal Ramli/net

Bisnis

Rizal Ramli: Daya Beli Enggak Turun, Itu Informasi Hoax Oleh Menteri Penjilat

SABTU, 21 OKTOBER 2017 | 11:57 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ekonom senior, Rizal Ramli, menuding ada menteri Kabinet Kerja yang menyesatkan Presiden Joko Widodo dengan informasi hoax.

Dia mencontohkan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, yang selalu menyalahkan faktor eksternal dalam masalah tekanan terhadap rupiah.

"Memang Pak Agus paling pintar tuh kalau ada masalah, 'ini gara-gara Amerika, gara-gara North Korea'. Saya pernah bercanda ke dia 'Mas Agus tambahin dong sembilan negara lagi," ujar eks Menko Perekonomian dan Menko Kemaritiman itu, saat berbicara dalam Indonesia Business Forum di TV One.


Dia menyesalkan cara berpikir pejabat pemerintah yang menggampangkan masalah, seolah semua masalah ekonomi nasional bergantung pada faktor ekseternal. Padahal, ada komponen domestik yang signifikan di dalamnya.

Ia juga mengkritik menteri yang tidak memberi penjelasan yang sebenarnya kepada presiden tentang daya beli masyarakat.

"Presiden di sidang kabinet tidak diberi penjelasan yang benar, termasuk juga presiden diberikan informasi daya beli enggak turun, itu informasi hoax oleh menteri penjilat," tuding Rizal.

Menurut dia, memang ada transisi dari bisnis offline ke online tapi totalnya masih 3 persen. Namun, terkesan tinggi karena berasal dari basis yang rendah.

"Kenyataan yang riil, daya beli betul-betul turun. Saya bicara dengan kalangan bisnis dan rakyat biasa, loh kok presiden bisa dilaporin daya beli enggak turun? Nah, informasi enggak benar ini lebih bahaya dari masalahnya sendiri," ucap Rizal. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya