Berita

Emrus Sihombing/Net

Nusantara

Demi Independensi HKBP, Sistem Voting Ephorus Perlu Distop

SENIN, 16 OKTOBER 2017 | 10:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rapat Pendeta (RP) yang akan digelar pada 16 hingga 20 Oktober 2017 harus menjadi momentum perbaikan mendasar di tubuh HKBP. Perubahan itu harus dimulai dengan perubahan sistem penentuan Ephorus atau pimpinan gereja HKBP.
 
Begitu kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (16/10).

Dalam hal ini, Emrus menyoroti mengenai penentuan Ephorus yang masih dipilih melalui pemilihan (voting). Menurutnya, sistem pemilihan ini berpotensi memunculkan polarisasi dukungan baik secara natural maupun mobilisasi yang disengaja atau tidak, melalui berbagai strategi pendekatan antar pendeta pemilik hak suara atau melalui semacam “tim sukses”.


"Dengan sistem voting tersebut mobilisasi kekuatan bisa datang dari berbagai kepentingan, termasuk pengaruh dari luar struktur HKBP, sangat mungkin mewarnai pemilihan Ephorus. Bahkan peristiwa memilukan pernah terjadi, yaitu adanya semacam dualisme kepemimpinan di tubuh HKBP," ujarnya.

Menurut Emrus, jika HKBP ingin berjalan lebih independen, percaya diri, dan tidak di bawah bayang-bayang kekuatan dari luar, maka sistem pemilihan Ephorus dengan voting harus dihentikan. Penghentian ini bisa menjadi titik awal menuju manajemen HKBP yang lebih Ilahi.

"Untuk itu, menurut saya, sudah saatnya sistem pemilihan Ephorus dievaluasi secara menyeluruh dan melakukan perubahan total pola penentuan Ephorus dari voting ke sistem pemberian peluang kepada semua pendeta yang memenuhi persyaratan, seperti memilih ayat kepada peserta sidi. Untuk mewujudkan sistem tersebut, tentu didahului dengan perubahan persyaratan menjadi calon Ephorus," jelasnya.

Emrus yang juga jemaat HKBP menilai dengan perubahan tersebut akan lebih mudah melakukan perbaikan di berbagai bidang di HKBP, sehingga lebih mengedepankan karakter Ilahi dan lambat laun meninggalkan karakter duniawi.

"Oleh karena itu, momentum dan kesempatan harus dimanfaatkan secara optimal. Bila tidak, sulit kita mengharapkan adanya perubahan perbaikan di tubuh HKBP," tutupnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya