Berita

Jaya Suprana menyerahkan piagam ke Danjen Kopassus

Pertahanan

MURI Berikan Sertifikat Rekor Kopassus Terjun Bersama Anjing

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 13:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Enam orang penerjun Kopassus TNI AD yang membawa anjing penyerang dalam demonstrasi terjun bebas militer pada 5 Oktober lalu, menerima sertifikat piagam dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

Penghargaan diberikan langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, di Lapangan Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur (Sabtu, 14/10). Aksi para penerjun melakukan terjun bebas militer bersama anjing penyerang sudah dilakukan di tengah perayaan HUT ke-72 TNI, di Pelabuhan Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten.

Pelaksanaan pemecahan Rekor MURI tersebut telah diverifikasi saat gladi bersih HUT ke 72 TNI dan disaksikan langsung oleh Jaya Suprana dan Manajer Operasional MURI, Triyono. Namun, sebelum pemberian piagam penghargaan dilakukan, para penerjun Kopassus kembali melakukan demonstrasi bersama satwa anjing penyerang jatuh dari ketinggian 8.000 kaki, yang mendarat sempurna di lapangan upacara Cijantung.


Piagam penghargaan yang sama juga diterima dari Ketua Persatuan Olahraga Dirgantara Terjun Payung (PORDIRGA), Nisfu Chasbullah, didampingi oleh Sekjen PORDIRGA, Effendi Soen.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni memberi apresiasi berupa bantuan secara khusus atas keberhasilan dan kesuksesan prajuritnya melaksanakan pemecahan Rekor MURI.

Pelaksanaan terjun bebas militer (free fall) bersama anjing penyerang sangat berisiko dan memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Terjun tandem seperti ini biasanya dilakukan penerjun dengan membawa manusia dalam satu payung. Sedangkan teknik terjun payung tandem membawa anjing jauh lebih sukar karena penerjun harus memiliki ikatan batin dan emosional dengan satwa yang dibawa.

Selain itu, terjun bebas militer (free fall) jauh berbeda dengan terjun statis dan teknik pendaratan para penerjun memiliki kerawanan tersendiri.

Danjen Kopassus menyampaikan bahwa tidak mudah untuk mengukir Rekor MURI terjun tandem Satwa K-9. Karena, penerjun harus memenuhi kualifikasi pawang satwa anjing K-9 dan penerjun tandem master dengan catatan minimal 500 kali jam terbang. Jenis Satwa K-9 yang dibawa juga merupakan anjing penyerang yang harus dalam kondisi prima sehingga berdaya serang maksimal pada saat melaksanakan tugas.

"Kegiatan ini sebelumnya diawali dengan uji coba penerjunan individu pada Latihan Tribuana Cakti XXI Kopassus TA. 2017 beberapa bulan lalu di Merauke pada materi terjun taktis Blind Jump Free Fall malam hari dengan kondisi gelap gulita," kata Danjen.

Acara penghargaan tadi disemarakkan juga dengan demonstrasi lain, seperti demonstrasi serbuan gedung, demonstrasi Yong Moodo, Merpati Putih dan Pawang Ular. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya