Berita

J.J Rizal/net

Politik

Sepertinya Anies Mau Lebih Banyak Dialog Dengan Kekuasaan Dan Modal

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 10:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tercipta kesan bahwa Anies Baswedan-Sandiaga Uno ingin "bermain aman" pasca dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wagub Jakarta periode 2017-2022.

Terlihat dari pernyataan-pernyataan kubu mereka yang sangat normatif setelah resmi memenangkan Pilkada DKI Jakarta.

Demikian yang ditangkap oleh sejarawan Jakarta, J.J Rizal, dalam diskusi "Pemimpin Baru Jakarta" di Cikini, Jakarta, Sabtu (14/10).


Rizal mengibaratkan gaya komunikasi politik Anies-Sandi berubah dari gunung vulkanik yang meletus tiba-tiba menjadi "adem ayem" seolah tidak terjadi apa-apa.

"Padahal, di sekelilingnya ada peristiwa-peristiwa panas. Dan ada 57 persen lebih warga yang memilih Anies-Sandi, menanti Anies mengatasi masalah dan merealisasikan janji. Misalnya, dalam persoalan reklamasi," kata Rizal.

Ia mengaku tidak puas ketika mengamati pidato-pidato Anies Baswedan yang sangat normatif dengan dalih menghindari kegaduhan.

"Saya merasa Pak Anies ingin main aman, ingin lebih banyak dialog dengan kekuasaan dan modal, ketimbang dialog dengan 57 persen pemilihnya yang kelabakan," ungkap Rizal.

Padahal, DKI Jakarta membutuhkan pemimpin petarung yang kreatif dan inovatif. Contoh paling gampang adalah mantan gubernur Jakarta almarhum Ali Sadikin. Ali pernah memiliki program perbaikan kampung tanpa sumber dana, tetapi bisa mengatasi dengan cara keluar dari norma yang ada.

"Di periode 100 hari atau 50 hari atau seminggu, bukan tidak banyak yang bisa dilakukan. Banyak bisa dilakukan, dia bisa menguatkan kesan bahwa dia memegang kuat janjinya, dia bisa membuat seperti Pak Jokowi melakukan public hearing di tiga bulan pertama," tegasnya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya