Berita

Bupati Usman/net

Nusantara

Bupati Tolikara Terpilih Usman Wanimbo Minta Maaf Atas Insiden Di Kemendagri

SABTU, 14 OKTOBER 2017 | 00:06 WIB | LAPORAN:

Bupati Tolikara Terpilih Usman Wanimbo menyesalkan adanya tindakan anarkis yang dilakukan sekolompok masyarakat Tolikara di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menimbulkan kerusakan dan korban luka.

"Selaku Bupati Terpilih saya sampaikan permohonan maaf kepada pihak Kemendagri maupun para korban akibat tindakan tersebut. Menurut saya hal seperti ini tidak pantas dilakukan, karena Pilkada Tolikara telah berlangsung secara demokratis dan dalam suasana yang damai," kata Usman di Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (13/10).

Pilkada Tolikara kata Usman telah melalui proses cukup panjang dan di Tolikara sendiri tidak ada konflik yang terjadi dan berjalan lancar serta kondusif pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Usman pun menyayangkan jika masih ada kelompok yang belum puas.


"Hasil Pilkada memang tidak bisa memuaskan semua pihak, akan tetapi ketidakpuasan tersebut juga tidak boleh disalurkan dengan cara-cara kekerasan dan melanggar hukum," kata Usman.

Usman menjelaskan setalah pihaknya ditetpkan sebagai pemenang, MK memutus untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 18 Distrik karena adanya rekomendasi panwaslu yang tidak dijalankan oleh KPU Tolikara. Sebagai pihak yang telah dinyatakan menang, pendukungnya kata Usman sebetulnya kecewa dan tidak puas dengan Putusan PSU dari MK itu.

"Tetapi karena ini Putusan MK, mau tidak mau harus diterima. Saat itu saya langsung  menghimbau kepada seluruh pendukung saya dan masyarakat  Tolikara untuk tetap tenang dan menerima Putusan MK dengan lapang dada karena MK adalah institusi negara yang diberi wewenang menyelesaikan  sengketa Pilkada," tegas Usman.

Kemudian kata Usman PSU pun dilaksanakan di 18 Distrik dalam suasana yang damai, lancar dan demokratis tanpa ada gangguan keamanan apapun. Hasilnya, tidak berbeda dengan  sebelumnya. Kemudian hasil PSU dibawa lagi ke MK dan hakim MK mengeluarkan putusan menolak permohonan pemohon.

"Jadi prosesnya cukup panjang, semua yang dipermasalahkan sudah dibahas dan dibuktikan di MK, jadi seharusnya semua pihak dapat menerimanya dengan jiwa besar. Andai saat itu MK memutus lain, kami pun pasti menerima," kata Usman.

Usman pun menyerahkan kasus ini ke aparat kepolisian. Dirinya sudah bertemu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan telah menyampaikan permohonan maaf. Sejauh ini kata dia, Tjahjo mau mendengar dan mengakomodir tuntutan kelompok tersebut, bahkan dialog juga sudah beberapa kali digelar.

Usman meminta seluruh masyarakat Tolikara di daerah maupun di Jakarta agar tidak terpancing dengan peristiwa ini. Dia pun mengajak kelompok yang tidak puas untuk berdamai dan bersama-sama membangun Tolikara yang lebih baik 5 tahun kedepan serta mendukung pemerintah Jokowi-JK.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tolikara Obama Tabo meminta agar kepolsian mengusut tuntas aktor intelektual dibalik kekerasan yang dilakukan di Kantor Kemendagri tersebut.

"Saya liat ada aktor intelektual dari kalangan elite yang  memicu timbulnya  aksi kekerasan tersebut. Oleh karena itu pengusutan kasus ini tidak boleh hanya kepada pelaku tetapi juga pihak-pihak lain yang selama ini berada di belakang termasuk yang menyokong dana kepada mereka. Hal ini penting agar menjadi pelajaran bagi yang lain untuk tidak bertindak sewenang-wenang," demikian Tabo.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya