Berita

Politik

Kemendagri: Potensi Konflik Pilkada Jatim Harus Dideteksi Dini

JUMAT, 13 OKTOBER 2017 | 13:44 WIB | LAPORAN:

. Pemetaan wilayah potensi konflik, pemberdayaan forum-forum serta penyampaian data dan informasi akurat jelang Pilkada Jawa Timur 2018 harus melibatkan kerjasama pemerintah daerah maupun pusat.

Demikian dikatakan Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Didi Sudiana, saat membuka Forum Dialog dalam rangka cegah dini terhadap perkembangan konflik di daerah dan pembahasan isu strategis lainnya, di Java Paragon Hotel, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/10).

Forum itu digelar Direktorat Jenderal Polpum Kemendagri guna berkoordinasi dalam mengatasi kemungkinan-kemungkinan yang mungkin timbul dalam persiapan Pilkada Serentak 2018 maupun Pemilu 2019 di wilayah Jawa Timur.


Turut hadir dalam acara ini antara lain Staf Khusus Mendagri, Budi Prasetyo; Kepala Badan Kesbangpol Jatim, Forum Kerukunan Umat Beragama Jatim, FKDM Jatim dan seluruh Kaban Kesbangpol se Jatim.

"Usaha menciptakan kondisi aman, tenteram, tertib, dan damai adalah tugas bersama pemerintah pusat, daerah, hingga pemerintah desa. Terlebih dalam menghadapi dan mengendalikan situasi serta kondisi daerah menghadapi tahun politik yang akan datang," kata Didi.

Menurut dia, berbagai kasus krusial harus diantisipasi agar tidak terjadi dan terulang kembali. Dia menyebut konflik pembangunan tol di Ngawi, Blitar, Madura dan Kediri. Konflik pembangunan patung di Tuban, hingga konflik pemilihan kepala desa di Madura dan kawasan tapal kuda.

"Kondisi-kondisi itu jangan terulang lagi," tegas Didi.

Dia sekali lagi menekankan upaya-upaya deteksi dan cegah dini, serta peningkatan koordinasi dan keterpaduan antar aparat Pemda dan pusat melalui tim terpadu penanganan konflik sosial.

"Pemetaan wilayah potensi konflik dan pemberdayaan forum-forum, serta penyampaian data dan informasi yang akurat dan cepat juga harus terus dipertahankan," lanjut Didi. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya