Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

Cek dan Ricek Cegah Penyebaran Hoax

JUMAT, 13 OKTOBER 2017 | 00:49 WIB | LAPORAN:

Masyarakat dan insan pers di Bengkulu diajak bersama-sama mengantisipasi penyebarluasan berita bohong atau hoax. Tradisi cek dan ricek disebutnya bisa menjadi pencegah semakin tersebarnya hoax.

Begitu dikatakan anggota Dewan Pers, Anthonius Jimmy Silalahi dalam kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisem di Masyarakat di Bengkulu, Kamis (12/10).

Menurut dia, masyarakat bisa berperan membendung penyebarluasan hoax dengan cara menahan diri setiap kali menerima kiriman informasi di media sosial.


"Jangan karena suka atas kiriman tersebut, kita share tanpa adanya verifikasi. Cek dan ricek kebenarannya, jikapun benar cek lagi manfaatnya," kata Jimmy.

Menurut dia, kemauan melakukan cek dan ricek adalah langkah termudah yang bisa membantu membendung peredaran hoax. Untuk cara pengecekan, dia menyarankan masyarakat membandingkan informasi yang diterimanya dengan informasi sejenis dari sumber berbeda.

"Jika meragukan kebenarannya, jangan disebar," tegasnya.

Dorongan menjadikan cek dan ricek sebagai tradisi untuk mencegah hoax tidak hanya disampaikan ke masyarakat, melainkan juga ke insan pers. Jimmy menandaskan, wajib bagi setiap wartawan mengecek kebenaran dan keberimbangan setiap informasi yang diterimanya sebelumnya mengolahnya menjadi sebuah berita.

"Insan pers juga harus berperan. Hoax sudah menggerus kepercayaan masyarakat ke media massa, jangan biarkan itu semakin parah," tandas Jimmy.

Menjadikan cek dan ricek untuk setiap informasi, masih kata Jimmy, merupakan keterlibatan nyata masyarakat dan institusi pers terlibat aktif dalam upaya pencegahan terorisme. Ditegaskannya, BNPT dan aparat keamanan tidak bisa menyelesaikan permasalahan terorisme tanpa adanya keterlibatan masyarakat.

"Terorisme musuh bersama, maka harus bersama-sama kita perangi," tutupnya.

Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme merupakan salah satu metode yang dijalankan di kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Visit Media, kunjungan dan diskusi ke redaksi media massa pers untuk mensosialisasikan program pencegahan terorisme. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya