Berita

Sosialisasi bela negara oleh OASE/Istimewa

Nusantara

OASE Sosialisasi Bela Negara Tanpa Narkoba

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 20:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Organisasi Aksi Solidaritas era (OASE) Kabinet Kerja yang dipimpin Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyelenggarakan sosialisasi bela negara, penyuluhan narkoba, pornografi dan kekerasan yang digelar JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Kegiatan yang diperuntukan generasi muda mulai tingkat SD, SMP dan SMA itu dihadiri sebanyak 5.500 orang, terdiri dari 2.500 siswa SD dan 4.500 siswa SMP, SMA dan SMK itu diisi serangkaian acara seperti, pentas seni, budaya serta sosialisasi bahaya narkoba bagi generasi penerus bangsa.

Mengusung tema “Bela Negara Tanpa Narkoba, Pornografi dan kekerasan Menuju Kejayaaan Indonesia”, kegiatan yang digelar di seluruh provinsi di Indonesia ini menekankan soal bahaya laten narkoba di kalangan generasi muda Indonesia.


Ketua bidang III Sosial-Budaya OASE, Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sinergitas kerja sama program Bela Negara Kementerian Pertahanan RI dengan program sosialisasi anti-narkoba milik Kepolisian RI.

Selain itu, kata Nora, kerja sama kegiatan ini juga mengaitkan institusi lain seperti Kemhan, BNN, Kemendikbud, Polri, Pemda dan lembaga-lembaga terkait yang memiliki kegiatan sosialisasi narkoba.

“Masalah narkoba ada di kerangka besar Bela Negara, dan Bela Negara adalah tugas pokok dari Kemhan sesuai undang-undang. Sehingga saya pikir ini merupakan sosialisasi yang ideal karena program Bela Negara mencakup pembangunan ‘Character Building’,” ujar Nora.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo selaku ketua umum OASE Kabinet Kerja yang disambut oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahaya penggunaan narkoba, tontonan pornografi, dan kekerasan kepada anak sekolah di Jabodetabek.

"Anak-anak harus hati-hati dengan yang namanya narkoba. Kita harus bilang tidak untuk narkoba,” kata Presiden dalam sambutannya.

Presiden pun mengingatkan siswa-siswi SD untuk berhati-hati kepada orang yang baru dikenal jika menawarkan sesuatu seperti permen yang dikhawatirkan narkoba.

“Misalnya permen kepada anak-anak, anak-anak harus berani menolak dan melaporkan kepada guru, melaporkan kepada satpam, laporkan kepada orang tua. Anak-anak harus ingat itu,” ujar Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu berpesan agar siswa-siswi memupuk persatuan dan kesatuan sejak dini.

“Saya titip kepada anak-anak agar di antara kita, anak-anak dan teman-teman, harus saling menghargai, harus saling menghormati, meskipun berbeda suku, berbeda agama,” tutup Jokowi seperti keterangan yang diterima redaksi. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya