Berita

Arief Poyuono/Net

Nusantara

Larangan Truk Melintas Di Tol Jakarta-Cikampek Merugikan Perekonomian

RABU, 11 OKTOBER 2017 | 10:49 WIB | LAPORAN:

. Larangan bagi truk besar melintas di tol Jakarta-Cikampek setiap pagi hari justru akan berdampak negatif bagi arus logistik antar Pulau Jawa serta logistik antar Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa. Aturan ini dibuat pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

"Dampak negati kepada arus barang yang terbatas akibat pengaturan lalu lintas truk di jalan tol Cikampek yang merupakan urat nadi perekonomian di Pulau Jawa terkait arus barang dari Jakarta dan luar negeri untuk dikirimkan ke pelosok Pulau Jawa," kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Poyuono, Rabu (11/10).

Tidak hanya itu, aturan yang mengatur kendaraan pengangkut bersumbu 4 dan 5 untuk tidak melintas sebelum Gerbang Tol (GT) Kalihurip hingga Bekasi Barat di Tol Cikampek-Jakarta pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB itu, juga akan merugikan para pengusaha.


"Pelaku usaha truck gandeng dan kontainer akan mengalami kerugian besar dan pabrik-pabrik dari yang di Pulau Jawa akan menanggung biaya tambahan akibat keterlambatan pasokan bahan baku, dan akhirnya pabrik mengalami high cost production," jelas Arief.

Politisi Partai Gerindra ini kemudian menekankan bahwa jika aturan itu terus dilanjutkan, maka masyarakatlah yang akan menanggung akibatnya karena harga bahan pokok sudah pasti akan ikut merangkak naik seiring biaya produksi perusahaan yang membengkak.

"Kalau sudah begini maka akan menyebabkan kenaikan-kenaikan harga bahan pokok di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, dan akhirnya nilai inflansi akan tinggi," tukas Arief. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya