Gol Gylfi Sigurdsson dan Johann Gudmundsson berperan penting dalam menentukan nasib Islandia di Piala Dunia 2018 di Rusia.
Negara asal grup band Sigur Ros itu sukses mengalahkan Kosovo di laga terakhir kualifikaÂsi Grup I, di Laugardalsvollur, dinihari, kemarin.
Kemenangan 2-0 itu juga melanjutkan kisah dongeng Islandia di jagat sepakbola, setelah tahun lalu jadi perempat finalis Piala Eropa.
Gol pertama Islandia dicetak Sigurdsson pada menit ke-40 dan Gudmundsson pada menit ke-68. Sepasang gol ini sudah cukup untuk mengamankan tiket lolos langsung ke putaran final Piala Dunia tahun depan.
Tim besutan Heimir Hallgrimsson itu menuntaskan kualifikasi sebagai juara Grup I dengan nilai 22 dari 10 pertandingan. Mereka unggul dua poin dari Kroasia yang finis sebagai runner-up.
Lolos ke Rusia tahun depan akan jadi tonggak baru dalam sejarah skuat Our Boys, julukan Islandia. Itu akan jadi penampilan pertama mereka di Piala Dunia,
Ini adalah pencapaian luar biasa untuk negara yang hanya berpenduduk 350 ribu orang itu. Menurut temuan Siggi Eyjolfsson yang pernah menanÂgani timnas putri Islandia selama tujuh tahun, jumlah pesepakbola yang terdaaftar di sana cuma 22.100 orang.
Uniknya, dari 25 pemain yang dipanggil untuk melawan Kosovo, tidak ada satu pun peÂmain lokal. Penyebabnya, durasi Urvalsdeild alias kasta pertama Islandia cuma berlangsung singÂkat, yakni Mei-September. Hal ini dikarenakan liga tidak dapat digelar karena musim dingin di Islandia sangat ekstrem.
Negara paling kecil sebelumÂnya yang lolos ke putaran final Piala Dunia adalah Trinidad & Tobago pada 2006, yang berpenÂduduk 1,3 juta orang.
Sementara itu, Kroasia berhaÂsil mendapat tiket ke babak play-off Piala Dunia usai menang 2-0 atas Ukraina di Kiev. Dua gol diborong Kramaric yang memÂberikan harapan kepada mereka untuk bisa ke Rusia.
Kroasia harus puas dengan finis sebagai runner-up Grup I karena Islandia berhasil meÂnang 2-0 melawan Kosovo, ini membuat mereka naik ke posisi pertama dengan keunggulan dua poin. Sedangkan Ukraina harus mengubur mimpi mereka ke Piala Dunia.
Sejak menit awal pertandingan berjalan cukup berimbang, tetapi kedua banyak menghabiskan perebutan bola di lini tengah. Kroasia hampir memimpin lewat sepakan keras Ivan Perisic dari luar kotak penalti, sayang sepakÂannya sedikit melebar ke kanan. Tak hanya itu Luka Modric mencoba membelah pertahanan lawan. Tapi ikut gagal.
Sebaliknya Ukraina lebih sering menyerang. Taras Stepanenko dua kali mendapat peluang dari strategi ini walau belum berhasil mencetak gol. Hingga babak pertama usai skor tetap kaca mata.
Permainan Kroasia semakin membaik di babak kedua, mereka tidak fokus lagi untuk mengeksplor lini dari tengah, serangan mereka lebih bervariaÂsi. Ini membuat Ukraina agak kerepotan ditambah Kroasia mempercepat tempo permainan. Menit 62 Kramaric akhirnya bisa memecah kebuntuan.
Modric menjadi motor seÂrangan, dua kali dia mencoba memberikan umpan tetapi yang pertama masih gagal dan yang kedua disambut sundulan tajam Kramaric.
Pada menit 71 Kramaric kemÂbali membobol gawang tuan rumah. Kali ini dengan serangÂkaian serangan yang tersusun rapi, Rakitic yang mendapat umpan jauh dari bek memberiÂkan umpan silang yang langsung di sambar Kramaric. Ukraina seÂmakin frustasi setelah gol kedua. Hingga pertandingan usai skor tetap 2-0. ***